Diberdayakan oleh Blogger.
 
Tampilkan postingan dengan label monorel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label monorel. Tampilkan semua postingan
Senin, 29 Oktober 2012

Monorel Serpong-Bandara Hanya Wacana

0 komentar

SERPONG – Pembangunan monorel Serpong-Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) belum ada kejelasan. Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Tangsel Mursan Sobari menilai, proyek yang nantinya akan dikelola pihak swasta itu hanya sebuah wacana. Hal ini karena, tanda-tanda pengerjaan belum terlihat sejak proyek monorel tersebut digulirkan sejak 2011.

“Pembangunan proyek monorel belum jelas. Membangun monorel tidak semudah itu. Terlepas jadi atau tidak, kami tidak tahu kapan kepastiannya dibangun bangun,” ungkapnya akhir pekan kemarin.

Dikatakan Mursan, proyek monorel Serpong-Bandara Soetta merupakan ide pemerintah Provinsi Banten dan pihak swasta, bukan Pemkot Tangsel. Hal ini karena, lalu lintas Kota Tangsel sebagai daerah penyangga Jakarta kerap macet. Saat ini, proyek tersebut masuk tahap feasibility study Detail engineering design (FSDED) proyek ini rencananya kaan diselesaikan tahun 2013.

Terkait hal itu, koordinasi dengan Pemkot Tangerang harus dilakukan jika monorel Serpong-Bandara Soetta jadi dibangun. “Memang ada yang tertarik dengan menjadi investor, diantaranya Malaysia, Korea dan Cina,” ujarnya.

Djoko Setijowarno, Pengamat Transportasi dan Infrastruktur, menjelaskan bahwa pembangunan monorel harus dikaji secara teknis dan finansial. Monorel lebih cocok untuk transportasi kawasan wisata, bukan perkotaan. Misalnya, monorel berjarak lima kilmeter yang menghubungkan pulau Sentosa dengan daratan Singapura. Monorel di kawasan perkotaan, menurutnya, membutuhkan biaya lebih besar. “Kota-kota besar di dunia tidak menganjurkan monorel sebagai angkutan massal perkotaan karena daya angkutnya kecil dan kecepatannya rendah,” ujarnya.***

Sumber : Radar Banten/ Halaman 18/ Senin, 29 Oktober 2012.
Read more...
Selasa, 09 Oktober 2012

Pendidikan PAUD Non Formal Butuh Perhatian Pemerintah

0 komentar

KOTA TANGSEL - Tercatat, sekitar 182 lembaga PAUD non formal dan 7.622 anak didik serta 962 pendidik. Namun, sangat sedikit yang memperhatikan dan peduli pada para pendidik generasi emas tersebut.

“Saat ini perhatian dan kepedulian terhadap pendidik dan pengajar Paud belum maksimal. Bagaimanapun, mereka adalah pejuang generasi emas yang harus diperhatikan,” kata Ruslan Kepala Seksi Paud Non Formal, Rabu (3/10).

Menurutnya, para pendidik dan pengajar Paud itu, selalu mengedepankan pengorbanan dan memperjuangkan program bebas aksara yang nyata. Walapun, hingga kini perjuangannya dipandang sebelah mata. Namun tanpa lelah hati, selalu merangkul anak-anak baik tetangga, tidak mampu, anak jalanan untuk belajar.

Untuk itulah, Dinas Pendidikan melalui Bidang Pendidikan Non Formal dan Informal mengusulkan adanya insentif kepada guru Paud Non Formal sebagai bukti perhatian dan kepedulian Pemkot Tangsel. Menurutnya, usulan insentif ini akan diupayakan untuk dianggarkan pada APBD tahun 2013 nanti.

“Kami upayakan, para pendidik dan pengajar itu mendapatkan insentif sebesar 100 ribu rupiah per bulan,” jelasnya.

Sumber : Tangsel Pos/ Hal.5/ Kamis, 4 Oktober 2012.
Read more...

Entri Populer

 
News & Artikel Abu Hylmi © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here