Diberdayakan oleh Blogger.
 
Selasa, 21 Oktober 2008

KAMPANYE BANGKIT DAN BERBUAT (STAND UP and TAKE ACTION - SUTA)

0 komentar
Read more...

Anak Kurang Biaya Kuliah, M. Soleh Kemal Minta Ke RZI

0 komentar

Tangerang – M. Soleh Kemal (68) mendatangi langsung kantor Rumah Zakat Tangerang. Setelah mendapat informasi dari masyarakat. Kehadiran pria tua dan struk ini adalah untuk meminta bantuan pendidikan. Terkait dengan anaknya, Ahmad Insanul. K (18) yang membutuhkan dana untuk biaya kuliah.

“Saya datang jauh-jauh kesini karena demi anak. Anak saya sedang membutuhkan dana untuk biaya kuliah semester I sebesar 1.650.000,00,” kata M. Soleh Kemal saat ditemui Marketing Support. Selasa (21/10/2008) sore.

Lebih lanjut, Soleh Kemal juga menyampaikan bahwa kekurangan biaya kuliah semester I Ahmad Insanul . K di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang, dengan jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, sebesar satu juta.

“Saat ini saya hanya memegang diut lima ratus ribu. Itu juga hasil dari penjualan TV di rumah. Untuk itu, saya berharap Rumah Zakat mau membantu menutupi kekurangannya sebesar 500.000,00,” imbuhnya.

Untuk menindaklanjuti laporan bapak asli Jakarta ini, Marketing Support menghubungi Educare RZI Tangerang, Astri Amalia. Hasilnya, seperti yang disampaikan Astri.

“Ada dana Penyaluran Bantuan Langsung Biaya Pendidikan, sebesar dua ratus ribu. Itu juga nggak pasti,” ujar Astri.

Sambil membawa bundel kertas, pria tua ini menyodorkan satu bundel kertas, yang berisi, foto kopi KTP, dan kartu SPMB, Kartu Keluarga, Surat Pengantar dari universitas, dan surat permohonan yang ditulis dengan tanpa diketik komputer.

“Sebenarnya saya gak mau ngemis mas. Tetapi ini terpaksa agar anak saya kuliah. Setelah ini saya akan bekerja sebagai penjaga rumah di Perumahan Pondok Indah, Jakarta.” Ujar pria yang pernah bekerja sebagai supir pribadi selama 8 tahun
Read more...

Rumah Zakat Gelar Aksi Lawan Pemiskinan

0 komentar

Tangerang.SatelitNews – Pengentasan Kemiskinan dan pengangguran selayaknya mendapat perhatian bersama, salah satu solusi untuk membantu keluar dari kemiskinan yakni dengan pengelolaan dana philantrophy Islam, salah satunya adalah zakat.

Seperti yang dilakukan Rumah Zakat Indonesia. Sebagai salah satu Lembaga Amil Zakat (LAS) Nasional mengoptimalkan pengelolaan zakat dengan memberikan layanan-layanan kepada masyarakat luas. Dengan melakukan Aksi Solidaritas Melawan Pemiskinan yang dilaksanakan di Kantor Rumah Zakat Indonesia Cabang Tangerang, jalan Beringin Raya No. 144 C Perum I Tangerang, mulai jam 09.00-14.00 hari ini.

Program lain yang digulirkan meliputi 4 bidang utama, yaitu layanan kesehatan, layanan pendidikan, pemberdayaan ekonomi dan pemberdayaan pemuda.

Untuk program kesehatan fokus pada kesehatan ibu hamil dan anak dengan mendirikan Rumah Bersalin Gratis (RBG) bagi keluarga kurang mampu. Dengan layanan pemeriksaan kehamilan dan imunisasi balita yang juga dilengkapi ambulance gratis dan mobil jenazah gratis.

Sedangkan program pendidikan, Rumah Zakat menghadirkan Sekolah Juara, yang juga gratis bagi anak keluarga kurang mampu. Sekalipun Sekolah Juara tidak ada di Tangerang tetap digulirkan program beasiswa.

Selain itu, untuk pemberdayaan ekonomi, Rumah Zakat membentuk Lembaga Keuangan Mikro Syariah Mozaik dan Kelompok Usaha Kecil Mandiri (KUKMI). Disini pemuda juga dibina dengan pemberian ketrampilan pemuda di Youth Care Development Centre (YDC).

“Semuanya program bisa terlaksana atas dukungan dan kepercayaan masyarakat dengan menunaikan Zakat,”kata Sucipto, Humas Rumah Zakat cabang Tangerang.

Sumber : Satelit News-Fakhrudin (edisi ; Sabtu, 18 Oktober 2008)
Read more...
Jumat, 17 Oktober 2008

Jadilah Generasi Pengganti

0 komentar

Tangerang - Pergantian generasi merupakan sunnatullah yang pasti akan terjadi pada suatu kaum atau bangsa. Apakah pergantian itu lebih baik atau lebih buruk dari generasi sebelumnya tergantung pada kesungguhan dalam mempersiapkan pengkaderan generasi yang akan datang.

Hal ini diungkapkan ZIS Consultan (ZISCo) Sadyarto saat mengisi tausiyah do’a pagi di Kantor Rumah Zakat Tangerang di Jalan Beringin Raya No. 144C, Perum I Tangerang, Jum’at (17/10/2008).

“Menjadi generasi pengganti (robbani) adalah pilihan. Jika dipersiapkan dengan baik dan sungguh-sungguh insya Allah akan menghasilkan suatu generasi yang lebih baik. Begitu pula sebaliknya jika asal-asalan akan menghasilkan suatu generasi yang lebih buruk dari generasi pendahulunya,” kata Sadyarto.

Dia menukil Al-qur’an surat Almaidah ayat 54. Di ayat tersebut disebutkan ciri – ciri generasi pengganti. Sebuah kaum atau kelompok yang akan melakukan perubahan signifikan di tengah masyarakat ke arah yang lebih baik.

Ady menambahkan, ciri dari generasi pengganti adalah, Dia mencintai Allah SWT dan Allah pun mencintainya. “apakah kita kita sudah mencintai Allah SWT? Atau Allah SWT sudah mencintai kita?,” katanya pada seluruh Amil.

Kemudian ciri kedua adalah bersikap lemah lembut terhadap sesama muslim dan yang tiga adalah bersikap tegas kepada orang-orang kafir.

“Ada kisah, ketika terjadi peperangan seorang sahabat Nabi akan memenggal leher musuh, tetapi muka sang sahabat diludahi oleh orang kafir tersebut. Sehingga sahabat nabi yang penuh akhlak itu mengurungkan membunuhnya. Karena ketika membunuh khawatir niatnya bukan karena Allah SWT, tetapi karena membenci prajurit kafir tersebut,” tambahnya.

Berikutnya adalah, berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa.”Bisa juga dalam bentuk waktu, tenaga, dan pemikiran. Ketika kita bekerja di lembaga RZI ini, semoga Allah SWT mencatatnya sebagai amalan jihad kita ji jalan-Nya,” Imbuh Ady.

“Kemudian ciri yang terakhir adalah tidak takut celaan orang-orang yang suka mencela. Arus informasi yang masuk hampir tanpa batas, seperti mode/gaya hidup orang barat, telah diadopsi tanpa filter (saringan) dan dijadikan sebagai suatu kebiasaan dan kebanggaan. Sehingga kita tidak bangga menjadi seorang muslim. Untuk itu, jika mau menjadi generasi pengganti, kelima ciri tersebut harus kita perhatikan.” Kata mahasiswa semester V, STAI Asyukriyah Tangerang ini.
Read more...
Kamis, 16 Oktober 2008

Anisa, Kecelakaan Tulang Ekornya Remuk

0 komentar

Tangerang – Semenjak peristiwa kecelakaan yang terjadi enam tahun silam (september 2002), luka bekas tabrak lari bu Anisa Mursalina (37) di bagian tulang ekor yang remuk akibat tertabrak oleh bus Mayasari Bakti 27 jurusan Bekasi-Jakarta.

Karena kurang terawat dan tidak adanya pengobatan berlanjut. Sampai saat ini bu Anisa susah untuk duduk, “tulangnya sering nyeri,” kata Anis sambil disanggah tongkat.

Dia mengatakan, Kecelakaan terjadi ketika dalam perjalanan kerja di daerah Blom-M Jakarta Selatan., “Saat turun dari bis 71 di jalan taman Ciahahu, Blok-M, saya ditabrak dari arah belakang oleh bus Mayasari Bakti 27 jurusan Bekasi-Jakarta. Tulang belakang saya terasa copot, dan setelah itu saya pingsan,” ujar wanita asli Jakarta ini.

Sejak suami meninggal tahun 1998. Anisa bekerja di yayasan Harapan Mulya Karya (HMK) Jakarta sebagai tukang sapu jalan di jalan masuk hingga pintu keluar terminal blok-M, selain itu juga di Jalan taman Ciahahu. Upahnya cuma dikasih Rp 10.500 per hari.

Hal tersebut diungkapkan Anisa di rumah orang tuanya di jalan Batas Indah Rt 007/01, Pondok Betung, Tangerang. Selasa (14/10/2008). Menurutnya, setelah kecelakaan dia tidak bisa melanjutkan kerja. Untuk biaya hidup di tanggung orang tua. Sedang untuk biaya sekolah April (11), anak semata wayangnya, di dapat dari beasiswa pendidikan di SD Batas Indah.

“Alhamdulillah otak April encer, selalu dapat rengking dikelasnya, sehingga pihak sekolah memberikan beasiswa,” Kata Anisa.

Dikatakan Anisa, pihaknya mendapatkan perawatan gratis sejak Senin hingga Selasa (13-14/10) di Rumah Sakit Umum Kota Tangerang, setelah tulang ekornya kumat lagi. Selain itu, kata dokter pihaknya juga menderita sakit hepatitis tulang.

“Yang jelas, saya sangat berterimakasih kepada rumah zakat, karena mau menjemput dan mengantarkan saya dari rumah sakit ke rumah pake ambulan gratis,” tukas Anisa.
Read more...
Rabu, 15 Oktober 2008

Kesabaran Susilawati, Anaknya Menderita Autis

1 komentar

Tangerang – Kesabaran melihat buah hatinya mengidap Autis, dibuktikan oleh Pasangan Susilawati (32) dan Uus Supriyadi (33) dengan berupaya terus untuk mengobati Muhammad Zaki (3), putra ketiga yang sejak bayi menderita Autis.

“Saat berumur satu hari, zaki tidak bisa berak, hingga harus dioperasi di perut bagian samping kiri,” kata Susilawati di kantor RZI Tangerang, Selasa (14/10/2008) kemarin.

Dana untuk membiayai operasi Zaki di Rumah Sakit Fatmawati Jakarta Selatan, kata Susilawati, hasil dari penggalangan dana para tetangganya disekitar jalan Arimbi RT 02/01 Pondok Benda Kecamatan Pamulang Kabupaten Tangerang.

Dia mengatakan saat berusia satu tahun Zaki diperiksa di Rumah Sakit Bintaro dan terdeteksi menderita autis. Biaya pengobatan di tanggung oleh Trans TV melalui program kejutan kasih, tetapi belum ada perubahan yang berarti.

Sampai saat ini autis yang diderita Zaki belum juga sembuh, aktivitasnya yang hyper membuat Susilawati dan keluarga cemas, karena ketika bermain terlalu jauh dan tidak bisa pulang lagi. Zaki juga tidak mau bermain dengan anak sebayanya dan lebih suka dengan dunianya.

Dia suka jalan-jalan sendiri, menggunakan sepeda sampai ke RW tetangga, setelah itu zaki pasti tidak bisa pulang. Untuk mengatasinya di baju Zaki di tulis nama dan alamat, sehingga kalau hilang, ada orang yang mengantarkannya,” ujar wanita tegar ini.

Atas masukan dari para tetangga Zaki pernah disekolahkan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Pondok Cabe Kabupaten Tangerang. Tetapi zaki bikin ulah, semua teman baru yang ditemuinya dipukul. Membuat Susilawati cemas.

Kedatangan Susilawati bersama Zaki ke RZI Cabang Tangerang adalah untuk meminta bantuan biaya scaning kepala zaki di Rumah Sakit Fatmawati. karena tidak ada biaya jika mengandalkan suaminya yang bekerja sebagai buruh tukang cat.

“Terimakasih ya pak, semoga dananya bermanfaat untuk kesembuhan zaki,” kata Susilawati saat menerima amplop dari Ahmad Faizs, Youth Care Rumah Zakat Tangerang.
Read more...
Senin, 13 Oktober 2008

Ahmad Faizs : “Tingkatkan Kapasitas Relawan”

1 komentar

Tangerang – momen bulan Syawal dimanfaatkan Pengurus Kampus Relawan Berseru (KRB) dan YoutcareTangerang terus meningkatkan konsolidasi supaya kerja-kerja dilapangan (saat penyaluran) bisa berjalan dengan lancar. Dengan menyelenggarakan silaturahmi dan mengundang Dosen KRB, Dokter ,dan relawan angkatan pertama dan baru. Ahad (12/10/2008).

Youth Care Officer (YCO) Tangerang mengatakan, “Ramadhan telah berlalu. Tetapi spirit Ramadhan harus ada dalam diri kita. Karena pertempuran peradaban harus dimenangkan oleh Islam. Untuk itu, Kapasitas aktivis relawan harus ditingkatkan, mentalnya harus bener, niatnya lurus,” ujar Faizs.

Dia menambahkan, ”Idealnya, pribadi relawan harus menjadi muslim yang kaffah dengan menampilkan akhlak Islami, saat berinteraksi dengan mustahiq atau masyarakat,” imbuhnya.

Selain itu, dia juga mengucapkan terimakasih atas jerih payah relawan yang turut mensukseskan penyaluran program kampoeng Ramadhan lalu.

Kemudian, Ubaydillah, Koordinator KRB Tangerang, menambahkan,”SDM Kampus Relawan sedikit.Namun kontribusi apa yang bisa diberikan untuk ummat? Dan sejauhmana bisa menolong orang-orang miskin,”katanya, saat memberi sambutan.

”Keberadaan kita (relawan RZI) harus bisa mengalahkan relawan non muslim yang siang dan malam bekerja untuk menggoyahkan aqidah ummat,”ungkapnya penuh semangat.

Puluhan relawan memenuhi ruangan Kampus Relawan di jalan Perintis Kemerdekaan No. 256 Kota Tangerang. Mereka berkumpul untuk evaluasi kegiatan relawan yang sudah dijalankan. juga sebagai ajang untuk menampung kritik dan masukan demi kemajuan KRB kedepan.”Pengurus KRB siap menampung aspirasi, kritik dan saran relawan melalui email : kampusrelawanberseru@yahoo.com, atau bolang09@gmail.com,” ujar Ubay di sesi akhir acara.
Read more...
Minggu, 12 Oktober 2008

Tidak Dinafkahi, Ngadu Ke Rumah Zakat

0 komentar

Tangerang – Karena tidak dinafkahi selama satu tahun oleh suaminya. Elis(40) ibu dari Lia (4) dan Yudi (1,3) nekad mendatangi kantor Rumah Zakat Indonesia Cabag Tangerang. Di dampingi oleh Ida (50), donatur zakat, juga seorang guru SMP.

”Sejak Yudi lahir, Bapak tidak pernah kasih makan anak istri,” Kata Elis dengan mimik memelas. Pada Marketing Support Tangerang Ahad (12/10/2008) siang.

Elis datang sekitar pukul 12.00 WIB di kantor RZI di jalan Beringin Raya No. 144 C Perum I Tangerang. Saat Marketing Support akan mengambil LCD (infokus) untuk acara silaturahmi relawan di Kampus Relawan Berseru (KRB).

Sebelumnya, Ida menjelaskan,” Dia datang ke rumah dan memelas minta bantuan. Dan mengaku murid ibu angkatan 86’. Padahal, saat ini keuangan lagi menipis, ujar Pengajar bahasa Inggris di SMP Nusantara sejak 1983.

Kemudian, Ida berinisiatif ke kantor RZI dengan harapan bisa menolong Elis,”Dia mau nyusul suami ke Sukabumi, tapi tidak punya ongkos,”terang Ida.

Saat ini, Elis tinggal bersama empat anaknya di kontrakan Perum Suryadita Kecamatan Cisauk, Tangerang. Untuk makan sehari-hari, Elis bekerja sebagai buruh tukang cuci. Penghasilannya hanya 200 ribu perbulan tentu hanya cukup makan sehari-hari.

Perlu diketahui, selama meninggalkan keluarganya di Tangerang, Aep di Suka Bumi bekerja sebagai buruh di percetakan Batako. Tetapi penghasilannya, sedikitpun tidak disisihkan untuk Elis dan anaknya.

Saat dikonfirmasi, Elis dengan tegas menyatakan tidak mau dicerai oleh Aep.”walau saya miskin dan suami tidak memberi nafkah. Tapi tidak mau dicerai, karena kasihan pada anak-anak, jika besar akan nanyain bapaknya,” kata wanita asli Petojo Enclek Jakarta Pusat ini.

Elis bertekad, setelah bertemu suami di Suka Bumi, pihaknya akan kembali ke Jakarta dan menitipkan keempat anaknya ke orang tuanya di Jakarta. Kemudian, dia mau bekerja di pabrik konveksi.
Read more...
Sabtu, 11 Oktober 2008

Gerimis, Amil Tangerang Tetap Main Bola

0 komentar

Tangerang – Walau gerimis membasahi Kota Tangerang, Amil Rumah Zakat tetap main sepakbola. Setelah molor 10 menit karena harus menanti kedatangan Amil (ZisCo) yang lain, pertandingan sepak bola antara Group M. Bahrun dan Group Sumantri akhirnya dimulai pukul 07.30 WIB di lapangan jalan Imam Bonjol Tangerang. Bahrun mendapat kesempatan melakukan kick off (tendangan pertama).

Karena jumlah peserta tidak memenuhi standar pertandingan (satu tim 11 orang), akhirnya model permainan dirubah, yaitu dengan permainan setengah tiang.

”Cara memasukkan bola adalah dengan mengenai satu tiang gawang lawan,”kata Bahrun sebelum pertandingan digelar, Sabtu (11/10/2008) pagi.

Di kubu Mohammad Bahrun, tim diperkuat Youthcare Tangerang Ahmad Faizs, dan ZisCo Nanag dan Mahfud. Sementara di kubu Sumantri tampak ZisCo Sadyarto, Nana Sutisna, dan Tofik serta Marketing Support, Cipto.

”Pertandingan ini menarik, karena untuk mengenai bola ke tiang gawang harus dengan strategi dan kecermatan yang matang,” ujar Sumantri setelah pertandingan selesai.

Setelah berjibaku sekitar satu jam, kedua kubu yang mengenakan kaos olah raga bebas akhirnya dimenangkan Kubu Mohammad Bahrun dengan skor 2-1. Sebanyak sembilan orang Amil terlihat puas dengan pertandingan sepakbola tersebut.
Read more...

P3A Tangerang Koordinasi Dengan Primagama

0 komentar

Tangerang – Untuk meningkatkan kualitas pengajaran, rencananya pihak manajemen Pusat Pengembangan Potensi Anak (P3A) dan EduCare Tangerang akan bekerjasama dengan lembaga pendidikan Primagama Tangerang.

”Sistem kurikulum di P3A Tangerang belum ada. Saat ini pengajaran yang sudah berjalan masih mengandalkan potensi individu guru,” ujar Astri Amalia, Edu Care Tangerang. Sabtu (11/10/2008) siang.

Dia juga menjelaskan, Sumber Daya pengajar di P3A perlu diperbaharui, sehingga kualiatasnya memenuhi standar pengajar,”tambahnya.

Karenanya, untuk memenuhi standar kelayakan lembaga pendidikan, pada Jum’at (16/10/2008) mendatang akan dilaksanakan silaturahmi antara Educare, Manajemen P3A dengan Primagama Tangerang.

”Kami akan sharing dengan lembaga primagama. Poin-poin yang akan dibicarakan adalah tentang sistem dan manajemen pembelajaran di P3A dan Primagama,” imbuhnya.

Diketahui, P3A merupakan salah satu program dibawah departemen educare. Program-programnya diarahkan untuk melejitkan potensi anak asuh. Di Tangerang, program yang sudah dibuka adalah kelas musik (perkusi), kelas computer program office dan kelas bahasa.

”Kedepan, kami berharap, P3A menjadi model program peningkatan kualitas sumber daya manusia masyarakat miskin melalui sarana pendidikan dan pembinaan terpadu dan berkesinambungan,” ujar istri dari calon wakil rakyat ini.
Read more...
Kamis, 09 Oktober 2008

Tangerang Siap Berdayakan Mustahiq

0 komentar

Tangerang – Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) Mozaik Tangerang siap untuk memberdayakan masyarakat kelompok ekonomi lemah.

”Kami siap membantu pemerintah melalui LKMS. Meski nominal pembiayaannya masih kecil. Tapi dapat meningkatkan dan mengembangkan kemampuan para pelaku usaha mikro. Bahkan, keberadaan LKMS bisa mengurangi eksploitasi orang miskin oleh rentenir,” Ujar Kepala Cabang LKMS Tangerang, Hidayat, kemarin disela-sela aktivitas kerjanya, Kamis (9/10/2008).

Dia berharap, penyaluran program Kelompok Usaha Kecil dan Mandiri (KUKMi) yang sudah digulirkan sebesar 10 juta pada bulan Ramadhan 1429 lalu, bisa dimanfaatkan dan dioptimalkan untuk pembiayaan modal usaha mandiri oleh 15 warga penerima manfaat.



”Ada informasi, bahwa Ecocare pusat akan menggulirkan dana KUKMi jilid 2 sebesar 10 juta untuk Ecocare Tangerang. Ini momentum bagus bagi LKMS untuk mengambil peran lebih saat ini,”katanya.
Read more...

Anak Asuh Belajar Bisnis

0 komentar

Tangerang – Para mentor koordinator wilayah Cikupa Tangerang mempunyai model pembinaan supaya anak asuh lebih semangat ketika belajar.

Caranya adalah dengan konsep mengembangkan jiwa bisnis anak, saat ini kegiatan yang sudah berjalan adalah anak asuh berjualan cemilan (kue) disekolahan, selain itu juga akan diadakan belajar kerajinan tangan.

Hal itu, dikatakan Empud Mahfud, Zisco Tangerang, kepada Marketing Office Tangerang, Kamis (9/10/2008).

Menurut Mahfud, mengajari anak asuh untuk belajar bisnis justru bisa memberi motivasi dan semangat belajar, itu terlihat dari daftar absensi peserta mentoring.

”ada anak asuh yang tadinya malas untuk mengikuti mentoring, tetapi setelah para mentor mengajak anak asuh belajar bisnis. Sekarang yang malas justru menjadi paling rajin,”ujar Mahfud.

Saat ini ada 15 Anak Asuh RZI Cabang Tangerang di wilayah Cikupa, setiap pekan ketiga mereka diajari berbagai materi keislaman plus motivasi kewirausahaan di Mushola Wildatul Ikhwan Cikupa Tangerang.
Read more...
Rabu, 08 Oktober 2008

BRAND ACTIVATION MELALUI FORUM KELUARGA BESAR RUMAH ZAKAT INDONESIA

0 komentar

Bagi masyarakat yang suka melihat iklan di televisi, seperti event-event yang biasanya digelar secara road show dari kota ke kota oleh para pemilik merk terkenal. Ambil contoh misalnya House of Beauty Citra Beauty Lotion yang dipandu oleh Maudy Koesnaedi, pembuatan rekor MURI untuk pembuatan mie instant terbanyak oleh Supermi Go, Krisna Mukti yang mencari ‘agen Sunlight’ keliling kota di Indonesia, dan lain sebagainya.

Event-event seperti yang tersebut di atas tentu saja tidak murah impelementasinya. Mulai dari kontrak selebriti untuk menjadi endorser (duta produk), hingga ke eksekusi event yang membutuhkan banyak sumber daya. Bagi para pemilik merek dan produk yang areal penjualannya berskala nasional (dan biasanya adalah barang konsumsi langsung), event ini menjadi hal yang sangat signifikan untuk memperkuat citra merk dan produknya di benak konsumen.

Dalam dunia marketing, kita mengenal kegiatan seperti ini dengan istilah Brand Activation (BAC). BAC secara harfiah didefinisikan sebagai peng-aktifan merk, atau ada juga yang mendefinisikan dengan ‘Bringing Brand to Life’ alias menghidupkan merk sehingga eksis alias diakui dan tentu saja digunakan oleh target pasar yang dibidiknya.

Kenapa Brand BAC Penting?
Di tengah sengitnya persaingan pasar sekarang, dimana setiap penyedia produk dan jasa mengklaim bahwa hasil produksinya adalah yang terbaik, maka para pelaku pasar memerlukan intensitas interaksi yang lebih intensif dengan setiap pelanggannya.

Ambil contoh perlombaan pada LAZ (Lembaga Amil Zakat) untuk menjadi yang terbaik (market leader) di wilayah pasarnya, dengan berbagai program unggulannya, dan bisa dirasakan oleh masyarakat miskin (desa binaan biasanya merasakan langsung penerima manfaat dari program penyaluran zakat).

Katakanlah Dompet Dhuafa (DD) dan Rumah Zakat Indonesia (RZI) yang keduanya mengatakan bahwa pengelolaan zakatnya profesional, serta program yang diusungnya memberdayakan umat. Boleh jadi RZI dalam kenyataannya memiliki atribut profesionalisme dan pengelolaan program yang lebih canggih dan komprehensif dibanding DD, dan atau sebaliknya. Meski hal ini telah dipublikasikan dalam berbagai media nasional, iklan TV, dan lain sebagainya, para konsumen alias target market yang semakin kritis dan cerdas akan tetap menyimpan banyak pertanyaan tentang kebenaran promosi yang ditayangkan.

Disinilah kemudian BAC memegang peranan penting. BAC memungkinkan para konsumen (muzakki dan stakeholder lainnya) untuk merasakan secara langsung dan lebih dekat, apa dan bagaimana keunggulan RZI. Hal ini dikarenakan orientasi utama BAC adalah untuk memberikan sentuhan pengalaman yang menyenangkan kepada para pelanggan ataupun calon pelanggan sehingga persepsi mereka terhadap apa yang diiklankan sesuai dengan apa yang diinginkan (oleh pengiklan).

Apakah Implementasi BAC Memang Selalu Mahal?
Jawabannya tentu saja TIDAK ketika kita bisa mengeksplorasi kreatifitas lebih intensif. Selain daya kreatifitas, kekuatan konsep dan visi ke depan pun memiliki peranan yang penting dalam implementasi BAC yang berbudget rendah. Salah satu kekuatan lain untuk dapat merealisasikan hal ini adalah ketika kita dapat memetakan sumber daya apa saja yang kita miliki di masing-masing wilayah/daerah.

Bagaimana Untuk Mulai Menginisiasi BAC?
Rumah Zakat Indonesia mengajak masyarakat Muslim, baik individu maupun komunitas atau kelompok untuk mengawali atau mempelopori konsep BAC ini?.

Seperti usulan dari seorang donatur zakat pada kolom surat pembaca di Majalah Rumah Lentera edisi Ramadhan Sepanjang Tahun (Edisi 28 Tahun, 3 Oktober 2008), maka akan ditemukan istilah Forum Keluarga Besar (FKB) Rumah Zakat Indonesia. Inilah yang merupakan konsep awal BAC yang dinilai sangat memungkinkan untuk dieksekusi oleh setiap kantor representatif RZI.

Konsep FKB sesungguhnya bukan sebuah konsep yang baru, sudah banyak kantor cabang bahkan donatur yang mengusulkan diadakannya event ini. Namun hingga sekarang belum dapat direalisasikan dengan baik, dan sekaranglah saatnya bagi setiap kita untuk mulai mengeksekusi konsep BAC yang bertajuk FKB ini.

Untuk itu, diperlukan Langkah-langkah konkrit yang direkomendasikan untuk dapat mengeksekusi FKB, seperti pertama, RZI siap menampung aspirasi masyarakat, hal itu dapat dilakukan melalui audiensi ataupun komunikasi intensif dengan donatur atau pihak terkait lainnya di masing-masing kantor cabang.

Sebagai contoh, dari karyawan PT. Jasamarga Jakarta-Tangerang yang tergabung dalam Badan Kerohanian Islam (BKI), mengusulkan diadakannya Kajian Intensif Seputar Zakat, atau donatur zakat diwilayah Cikokol-Tangerang yang memberikan masukan untuk diadakannya pengajian tematik, ada juga yang mengusulkan pengajian tahsin yang diadakan oleh Rumah Zakat.

Kemudian, RZI masing-masing cabang akan mewujudkannya dalam bentuk Event. Artinya, aspirasi yang terkumpul dapat menjadi landasan untuk membuat konsep event yang memungkinkan. Misal, Kajian Tematik :”Konsep Sedekah Bersama Ustadz Yusuf Mansyur,”waktunya bisa disepakati dengan para donatur atau komunitas.

Setelah itu, Mendatangkan Endorser (duta produk), tak perlulah mencari selebriti yang harus dikontrak dengan nominal uang yang begitu banyak. Cukup cari tokoh lokal yang memiliki keterkaitan untuk menjadi narasumber dan bisa memperkuat brand yang kita miliki. Contohnya: dekati dan undang ustadz atau dai lokal yang cukup atraktif serta memiliki visi yang sama dengan konsep pemberdayaan yang dilakukan oleh Rumah Zakat. Nah, ustadz inilah yang bisa kita jadikan narasumber awal dalam FKB dalam bentuk pengajian di kota tempat kita berada. Atau, bisa juga pemeran endorser langsung dari donatur yang berkompeten.

Langkah berikutnya, RZI mengajak semua orang yang sudah memiliki ketertarikan terhadap lembaga RZI, baik donatur maupun calon donatur untuk berpartisipasi dalam event ini. Ketertarikan di awal interaksi akan menjadikan forum yang digelar semakin interaktif sehingga proses emotional bonding solid akan semakin mudah tercapai.

Kemudian, Maksimalkan Interaksi. Yaitu Semua iklan RZI menyampaikan tentang profesionalisme, transparansi, dan kemudahan dalam pengelolaan zakat dan program pemberdayaannya. Semua klaim ini akan semakin kuat citranya ketika Amil RZI dapat menunjukkan kredibilitas setiap personil dan program RZI dalam proses interaksi langsung saat setiap event FKB digelar.

Perlu diketahui, RZI memiliki 4 core program (EduCare, EcoCare, HealthCare, dan YouthCare) yang perlu didukung oleh masyarakat luas. Oleh karena itu, dalam setiap event FKB upayakan untuk mensosialisasikan program secara terfokus. Usung salah satu fokus program yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan di kantor masing-masing. Misalnya: ketika suatu cabang merasa perlu untuk mendorong partisipasi dalam program HealthCare, maka fokuskan materi sosialisasi untuk memperkenalkan produk HealtCare seperti Rumah Bersalin Gratiis.

Kembali ke Fokus Awal: tujuan awal dari brand activation ini adalah untuk meningkatkan interaksi customer dengan berbagai elemen RZI mulai dari amil, pengelolaan lembaga, dan manfaat pemberdayaannya. Sehingga akan terbentuk sinergi yang solid antara muzakki (yang mengeluarkan zakat) dengan pengelola zakat (RZI), diharapkan dengan hasil senergi ini akan menghasilkan output berupa program yang dapat membantu peran pemerintah, seperti pengurangan kemiskinan, memudahkan fasilitas pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat miskin.

Sudah banyak kisah sukses dari proses Brand Activation yang digelar oleh berbagai pelaku pasar (baik produk maupun jasa). So, tunggu apa lagi? Mari kita inisiasi Forum Keluarga Besar Rumah Zakat Indonesia ini sekarang juga.

Oleh : Yessi Mariska & Sucipto (Divisi Customer Interaction Centre Rumah Zakat Indonesia)
Read more...

Halal Bil Halal Amil-Relawan

0 komentar

Tangerang – Untuk memperkuat persaudaraan antara Amil dengan Relawan Rumah Zakat Indonesia Cabang Tangerang, rencanya Ahad mendatang (12/10/2008) YouthCare RZI Cabnag Tangerang, Ahmad Faizs berinisiatif akan mengadakan halal bil halal Amil-Relawan di Taman Impian Jaya Ancol.

”Ketika banyak interaksi tentu bisa menimbulkan gesekan yang bisa menyebabkan kesalahpahaman, negative thingking yang berlebihan atau tersinggung dan sakit hati. Untuk itu, dimomen Syawal ini sangat pas bagi amil dan relawan RZI Tangerang untuk bisa saling memaafkan, dan memperbaiki kembali hubungan sehingga akan terjalin harmonisasi yang kokoh,”kata Youthcare Tangerang, Ahmad Faizs, saat do’a pagi Rabu (8/10/2008).

Menurut dia, silaturahmi juga akan mengokohkan ukhuwah sesama amil dan relawan. Selain itu, dengan memperbanyak silaturahmi juga akan memanjangkan umur kita
Read more...
Senin, 06 Oktober 2008

Nonstop, Rumah Zakat Melayani Masyarakat

0 komentar

Tangerang – Hari lebaran tidak membuat Rumah Zakat Cabang Tangerang berhenti untuk melayani masyarakat, tak terkecuali pelayanan ambulance gratis. Dalam suasana lebaran kali ini, justru permintaan fasilitas pengantaran jenazah gratis lebih banyak dari hari-hari biasanya.

”Saat malam takbiran, saya ditelepon ketua RW di jalan Ciliwung 5 Perumnas I, untuk diminta mengantarkan jenazah setelah waktu dhuhur ke pemakaman Carang Pulang Medang Lestari Serpong Tangerang,”ujar Driver RZI Tangerang Muhammad Yunus kepada Marketing Support, Selasa, (7/10/2008).

Menurut Yunus, selama Idhur Fitri pihaknya sudah stand by dua puluh empat jam jika ada permintaan pengantaran jenazah. Hal itu, dibuktikan dengan pengaktifan telepon genggamnya yang terus disiagakan.

”Pada lebaran kedua saya nganterin jenazah ke Legok, tempat pemakamannya berbatasan langsung dengan Parung Panjang Bogor,”tukas pria asli Tangerang ini.

Banyaknya permintaan pengantaran jenazah, membuat agenda tradisi Idhul Fitri seperti bersilaturahmi ke kerabat dan tetangga yang sudah direncanakan olehnya menjadi sedikit terbengkalai.”tetapi saya merasa senang jika bisa membantu mengantarkan jenazah,”imbuhnya.

Hingga pada lebaran ke empat, Yunus masih mengantarkan jenazah. Kali ini pengantarannya ke daerah Purwakarta, Jawa Barat. Saat melewati tol Jakarta-Cikampek kondisi jalan macet selama satu jam hingga tol Bekasi.

”Siang ini (7/10/2008) saya mau servis ambulan di bengkel Prima Motor Tangerang, karena biaya bonkarnya lebih murah,”ujar Yunus ketika melihat mobil seperjuangannya minta diservis.
Read more...
Minggu, 05 Oktober 2008

Iwan Santoso : “Tidak Ada Niat Masuk Islam...?”

1 komentar

Tangerang – Iwan Santoso (31) dilahirkan dari keluarga dan lingkungan kristen, tumbuh sebagai pemuda yang fanatik terhadap agamanya, anak ke dua dari enam bersaudara, secara silsilah ia keturunan dari marga Pong. Mempunyai keahlian dalam bidang musik, seperti gitar, drum, piano. Sehingga keahliannya diperguanakan untuk melatih para pemuda Tangerang bermain musik gereja.

Selain melatih musik, juga sebagai asisten Pendeta di gereja Sintanala Tangerang, yang membawahi pemuda-pemuda Kristen Se Tangerang. Selama menjadi aktivis misionaris dia sering mendapat informasi tentang agama Islam yang menurutnya Islam itu identik dengan kebuasan, kekerasan, pembunuhan, kebiadaban dan jauh dari ajaran kasih sayang. Di dalam gereja sering diputar film-film Jihad diproduksi oleh Amerika, yang menggambarkan kekerasan Agama Islam dengan ajaran pembunuhan dengan konsep jihad,”ketika melihat film jihad Islam, semakin membuat saya yakin bahwa Islam itu keras, tidak ada ajaran kasih sayangnya,”kata Iwan Santoso.

Informasi yang didapatkan melalui media massa cetak maupun elektronik tentang ajaran jihad yang salah, turut membentuk persepsi Iwan tentang Islam,”saya tidak suka Islam karena yang saya lihat identik dengan bom dan pembunuhan,”tutur Iwan.

Ketidaksukaan terhadap ajaran Islam terus dibawanya hingga ia mempersunting gadis muslimah asal Ujung Kulon, Banten, hasil pernikahannya membuahkan anak laki-laki, Muhammad Raka Santoso berusia satu tahun. Ketika buah hatinya hadir mengiringi kebahagiaan rumah tangganya, terjadi dialog keagamaan antara Iwan dan istrinya,”saya tidak ada niat masuk Islam, tetapi istri selalu mendorong,”tutur Iwan.

Sebagai aktivis misionaris, dan asisten pendeta tidak mudah bagi Iwan untuk menerima penjelasan-penjelasan kebenaran agama Islam.”saya tidak percaya begitu saja apa yang dikatakan istri,”kata Iwan.

Penasarannya terhadap Islam, dan mencari informasi tentang Islam, ia mendatangi seorang Kiai (guru mengaji) di daerah Ciledug Tangerang, tetapi kecewa dengan sikap Kiai tersebut karena setiap bertanya tentang Islam, ujung-ujungnya materi (duit),”saya semakin kecewa dengan Islam, karena ajaran agama digadaikan dengan materi, dalam ajaran Kristen juga mengharamkan jika agama buat perdagangan,”terangnya.

Ketertarikan tentang Islam sudah ia rasakan sekitar bulan Mei 2008 lalu, tetapi daya kritisnya terus mencari informasi yang benar tentang ajaran Islam, hingga pada bulan Agustus 2008 kemarin, ia bertemu dengan Bahrudin, seorang Ustadz asal kelurahan Sewan, Neglasari. Diskusi tentang Islam terus berjalan setiap pekan sekali.

Hingga pada satu kesempatan, Iwan menanyakan satu pertanyaan, dimana pertanyaan itu, justru merubah haluan hidupnya, meruntuhkan fundamental ajaran agama yang ia yakini selama ini, menyentuh fitrah insaniyahnya.

”Ustadz, jika ia seorang Budha atau beragama selain Islam, suka berbuat kebaikan, menolong orang, taat beribadah, tidak menyakiti orang-orang, apakah dia akan masuk syurga?” pertanyaan Iwan kepada ustadz Bahrudin.

”semua yang dia lakukan tidak akan mendapat apa-apa, ibadahnya nol, dan kebaikan selama dunia juga tidak akan mendapat pahala, tempat baginya di akherat adalah neraka,” jawab Bahrudin sambil jari tangannya membentuk angka 0.

Lantas Ustadz Bahrudin membacakan ayat Al-qur’an yang menjelaskan bahwa,”semua amal kebaikan yang dilakukan ketika di dunia. Amal-amal itu tidak dibalas oleh Allah karena mereka tidak beriman, ibarat debu yang berterbangan,”(Al-Furqan(25) : 23). Kemudian dilanjutkan dengan membaca Surat Ibrahim (14) ayat 18 : ”perumpamaan orang yang ingkar kepada Tuhannya, perbuatan mereka seperti abu yang ditiup oleh angin keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak kuasa mendatangkan manfaat sama sekali dari apa yang telah mereka usahakan di dunia. Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh,”

Ayat Al-Qur’an yang dibacakan Ustadz Bahrudin mampu mengaduk-aduk hatinya, hingga pada akhir Agustus 2008 Iwan menyatakan ingin masuk Islam, dan bersyahadat di hadapan Ustad Bahrudin.

”saya masuk Islam karena keinginan dari lubuk hati saya, ketika mendengar ayat yang dibacakan ustadz saya berfikir, bahwa semua amal kebaikan yang saya lakukan selama ini tidak akan berarti apa-apa dihadapan tuhan,”terang Iwan.

”alhamdulillah berkat berkenalanku dengan ustadz Bahrudin, saya jadi tau tentang ajaran Islam yang sebenarnya, ternyata informasi sepihak yang saya terima tentang Islam semuanya tidak benar,” lanjutnya.

Untuk memenuhi kebutuhan sebagai muslim, Sabtu sore, 13 September di rumah kontrakannya, ia di Sunat oleh Tim dokter RZI Tangerang,”awalnya saya agak takut, tetapi motivasi dari istri membuat saya lebih berani,”katanya.

Banyak perlakuan tidak menyenangkan yang iwan terima, akibat dari keputusannya berubah aqidah,”orang tua sudah tidak mengakui saya sebagai anak, bahkan saya di usir dari rumah orang tua di perumahan Pintu Air Tangerang,”

Tidak hanya itu, Iwan harus menghadapi tekanan para Pendeta seTangerang yang tidak suka dengan keputusannya,”kamu jangan murtad, entar rezeki kamu akan tertutup,”iwan menirukan ucapan seorang pendeta yang mengancamnya.

Sekarang Iwan dan anak istrinya tinggal di sebuah kontrakan kecil di daerah kelurahan Sewan Kecamatan Neglasari, jauh dari fasilitas hidup yang ia pernah nikmati semasa menjadi asisten pendeta, sekarang semua fasilitas dari gereja telah di stop.

Untuk mencukupi hidup sehari-hari, Iwan bekerja sebagai Marketing PT Saputra Pratama dibilangan Jakarta, bergerak dibidang elektronik. Hampir seminggu ini Iwan tidak masuk kerja, karena luka bekas sunat belum kering,”saya pasrah aja mas kalau dipecat,”terang Iwan pada MSO Tangerang.

Kedatangan RZI Tangerang kerumahnya di daerah Kelurahan Sewan, Senin (15/9) sore adalah untuk memberikan Paket Peduli Pangan, dan sedikit uang sebagai pengganti selama ia tidak masuk kerja, selain itu Rumah Zakat juga memberikan motivasi kepadanya, agar lebih kuat dalam berislam, dan sabar dengan tekanan yang ada,”Saya punya nyawa, raga, dan hidup, jadi tidak takut dengan tekanan-tekanan yang sering saya dapat.”ungkap Iwan mengahiri obrolannya.

seperti yang dituturkan Iwan S. Pada MSO Tangerang ketika dikontrakannya
Read more...

tuhan Sembilan Senti

0 komentar

Di sebuah ruang sidang ber-Ac penuh, duduk sejumlah ulama terhormat.
Merujuk kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falaq,
Tapi ahli hisap rokok.

Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
Terselip berhala-berhala kecil,
Sembilan senti panjangnya,
Putih warnanya,
Ke mana-mana dibawa dengan setia,
Satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
Tampak kebanyakan mereka memegang rokok dengan tangan kanan,
Cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok ashabul yamin dan yang sedikit golongan ashabul syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’at tadkhiin, ya ustadz. Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kiai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan, di luar sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum. Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr. Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi). Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok. Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz. Wa yuharrimu ’alayhimul khabaith.
Mohon ini direnugkan tenang-tenang.
Karena pada zaman Rasulullah dahulu,
Sudah ada alkohol, ada babi, tapi belum ada rokok.

Jadi, ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
Lantas, hukumnya dimakruh-makruhkan, jangan

Berhala-berhala itu sangat berkuasa di negara kita,
Jutaan jumlahnya,
Bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
Dibungkus dalam kertas berwarna dan berwarni,
Diiklankan dengan indah dan cerdasnya,

Tidak perlu wudhu atau tayammum mensucikan diri,
Tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
Karena orang akan khusuk dan fana dalam nikmat lewat upacara menyalakan api dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,

Rabbana, beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.

Disadur dari karya Taufiq Ismail (Majalah Hidayatullah, Oktober 2008/syawal 1429)
Read more...

Yang Terindah Itu Saling Memaafkan

0 komentar

Tangerang – Hari ini, 6 Oktober, Rumah Zakat Cabang Tangerang kembali menampakkan aktivitasnya. Untuk mengawalinya, tadi pagi keluarga besar RZI Tangerang melaksanakan do’a pagi secara bersama serta halal bil halal di kantor RZI di jalan Beringin Raya no 144 Tangerang. Dalam kesempatan itu, Kepala Cabang Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) Mozaik Tangerang, Hidayat, menyampaikan tausiyah (nasehat) dihadapan para amil.

”Saudaraku, sekedar saling mengingatkan dari sahabat, yang menginginkan kebaikan untuk kita semua, agar dipetik hikmahnya setelah kepergian ramadhan,”ujar Hidayat saat do’a pagi, Senin (6/10/2008).

Dayat, sapaan akrab pria yang suka humor ini juga menyampaikan beberapa pesan hikmah, untuk direnungkan dalam menyambut bulan Syawal ini. Katanya, bulan Syawal adalah bulan peningkatan.

”Yang singkat itu waktu, yang dekat itu mati, yang besar itu nafsu, yang berat itu amanah, yang sulit itu ikhlas, yang mudah itu berbuat dosa, yang abadi itu amal kebajikan,” lanjutnya.

Hidayat juga menambahkan,”yang akan diinvestigasi itu amal perbuatan, dan yang akan diaudit diakherat kelak adalah apa yang kita miliki selama hidup di dunia,”imbuhnya.

”Tetapi Yang Terindah itu, jika kita mau dan dapat saling memaafkan. Bersihkan hati dan sucikan diri di hari yang fitri, maaf lahir batin,”tandasnya.
Read more...
Sabtu, 04 Oktober 2008

BLT Untuk Anggota LBG

0 komentar

Tangerang – Apa yang membedakan dari BLT versi pemerintah dengan BLT versi Rumah Zakat Indonesia?. Tentu yang membedakan adalah, jika menurut pemerintah BLT adalah Bantuan Langsung Tunai, maka versi Rumah Zakat Tangerang, BLT adalah Bantuan Lebaran Tunai.

Hal itu terungkap saat Muhammad Irvan Bakrie, MRO Tangerang membagikan Ketupat Tunai Lebaran pada 21 anggota Layanan Bersalin Gratis (LBG) Tangerang di ICD Rawareng, pada Selasa (30/9) malam, atau saat malam takbiran berlangsung.

Ketika anggota LBG dikumpulkan di rumah bu Incil, Koordinator PKK Rawarengas, mereka menanyakan isi amplopnya,”ini pembagian zakat fitrah atau bukan..?”kata Sriningsih, anggota LBG penasaran.

”Rumah Zakat mengumpulkan ibu-ibu bukan untuk diberi zakat fitrah, tetapi ada Bantuan Lebaran tunai atau BLT untuk anggota LBG,” jelas Irvan dengan penuh semangat pada hadirin.

Menurutnya, Ada program dari rumah zakat untuk para member LBG dan marbot masjid. Untuk memudahkan penyampaian ke masyarakat ketika pendistribusian, pihaknya memakai istilah BLT,”sebenarnya istilah Bantuan Lebaran Tunai untuk membedakan penyaluran antara zakat fitrah dengan bantuan yang lain saat pendistribusian,”imbuh Irvan.
Read more...

Lebaran, Pasar Relatif Sepi

1 komentar

Tangerang – walau suasana lebaran masih terasa, kru LKMS Tangerang tetap menjalankan aktivitasnya, seperti Hidayat, Kepala Cabang Mozaik Tangerang mendampingi Didi, Acount Officer (AO) menemui para nasabahnya di pasar-pasar Tangerang, pada Sabtu (04/10) siang.

”Pasar tradisional di Tangerang masih relatif sepi, hanya pasar Jati Uwung saja yang terlihat agak ramai, selain lengkap menyajikan kebutuhan pokok masyarakat, juga ukurannya lebih besar bila dibanding dengan pasar tradisional lainnya seperti, pasar Gebang, pasar Taman Cibodas, serta Pasar Regensi.”ungkap Hidayat.

Selain itu, Hidayat juga menjelaskan,”kebanyakan kios yang sudah buka pasca H + 2 adalah pedagang yang menyediakan sembako dan yasuran, sedang kios-kios yang menyajikan daging, ayam, dan kelapa belum ada yang buka,”tuturnya.

Hingga pada hari pertama masuk setelah cuti bersama, LKMS Tangerang sudah menemui 3 nasabahnya untuk dimintai setor angsuran peminjaman modal usaha, mereka kagum dengan kinerja karyawan LKMS, karena dalam suasana lebaran tetapi sudah masuk kerja,”getol amat kerja, lebaran dah nagih,”kata Hidayat menirukan ungkapan Ahmad Yani, pedagang sayuran sawi di pasar Taman Cibodas.

Sebelumnya, Sabtu (04/10) pagi di kantor LKMS Tangerang, Hidayat menangani nasabah yang macet dalam beberapa bulan,”kami melakukan pendekatan psikologis kepada nasabah yang bandel,”ujar orang nomer satu di LKMS Tangerang ini.

”Diumpamakan, diri kita adalah anaknya (nasabah), yang tidak bisa lebaran dirumah, tapi harus dikantor karena rasa tanggung jawab terhadap pekerjaan,”imbuh Hidayat saat menasehati Nurjanah (37), pedagang Gado-gado di Jalan Soleh Ali Tangerang.

Dia juga mengatakan,”bahwa dana yang dipakai untuk pembiayaan usaha adalah dana anak yatim,”tutur Hidayat hingga Nurjanah meneteskan air mata, dan berjanji akan melunasi peminjaman di LKMS pada tanggal 25 Oktober 2008 mendatang, dengan diangsur dua kali.
Read more...

80 Janda Terima Zakat Fitrah

0 komentar

TANGERANG. Rumah Zakat Indonesia Cabang Tangerang menyalurkan zakat fitrah sebesar 2 juta rupiah untuk 80 janda dan anak yatim di ICD Neglasari pada Senin (29/9) sore. Senyum merekah menghiasi wajah keriput para janda yang sudah menua, saat mereka menerima amplop yang berisi uang zakat fitrah.

Kegiatan Penyaluran ini dikoordinir langsung Muhammad Irvan Bakrie, MRO Tangerang, dan dibantu dua relawan Tangerang. Tercatat hingga malam takbiran Rumah Zakat Indonesia secara nasional telah menyalurkan paket zakat fitrah sebesar 1.651 paket senilai Rp 123.825.000.

Menurut Koordinator Penyaluran Panitia Nasional Kampoeng Ramadhan, Slamet Tjahyadi, ”Rumah Zakat tidak menargetkan secara khusus penerimaan zakat fitrah, semua zakat fitrah yang masuk segera kami oper ke koordinator-koordinator di wilayah binaan. Diharapkan zakat fitrah tidak ada yang tidak tersalurkan sebelum pukul 00.00 malam 1 Syawal. Umumnya muzakki zakat fitrah membayar secara cash, jadi sejak beberapa hari kemarin, tim penyaluran sudah bergerak menyalurkan langsung ke rumah-rumah mustahik.***
Read more...

SENANG JADI ANGGOTA LKMS

0 komentar

TANGERANG. “Duh senangnya, jadi anggota LKMS!,” itu kalimat yang terlontar dari bibir Juhaeriah, pedagang nasi uduk di Pasar Taman Cibodas, salah satu nasabah LKMS pada Kamis (4/9) lalu. Pada saat itu LKMS Tangerang mengadakan pertemuan rutin bulanan anggota. Pertemuan itu dihadiri sekitar 50 anggota yang didominasi oleh kaum ibu.

Karena bertepatan dengan Ramadhan, acaranya digandeng dengan ifthar jamai yang disponsori oleh Rumah Zakat Indonesia Cabang Tangerang. Tak luput hadir pula MSO Tangerang Sucipto, selaku perwakilan RZI yang sekaligus didaulat sebagai pembawa acara. Kesempatan kali ini pula dibantu oleh para relawan yang terdiri dari 2 ikhwan dan 3 orang akhwat.

Selain paket ifthor LKMS mendapatkan kesempatan untuk membagikan Paket Peduli Pangan (P3) kepada para anggotanya yang hadir. Semakin bertambah pula kebahagian para anggota tersebut.

“Sudah buka puasa bareng, pulangnya dapet paket sembako,” kata Ahmad, anggota LKMS yang sudah dua kali mendapat pembiayaan yang berprofesi sebagai pedagang ketupat sayur.

Acara itu juga diisi ceramah agama yang disampaikan oleh Ustadz Syamsuri dengan mengangkat tema tanggung jawab sebagai wujud rasa syukur. Isi dari tausiyah yang disampaikan adalah bagaimana menjaga kembali komitmen para anggota dalam mengembalikan kewajiban angsuran kepada LKMS sebagai bentuk tanggung jawab dan memaknai syukur terhadap bantuan modal yang sudah didapat.

Efeknya juga cukup baik, ternyata setelah acara itu LKMS sering didatangi anggota yang selama ini mempunyai permasalahan di angsuran. “Yah, itung-itung sekali dayung dua-tiga pulau terlampaui,” begitu harapan LKMS.***
Newsroom/Hidayat
Read more...

Rumah Zakat Gelar Road Show 19 Kota di Karawaci

0 komentar

Karawaci, SerpongKita.com- Rangkaian sosialisasi zakat dan program-program Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Rumah Zakat Indonesia bertajuk "Road Show 19 Kota Menuju Indonesia Sadar Zakat 2008" untuk wilayah Tangerang berlangsung di hotel Imperial Aryaduta, Lippo Karawaci, Sabtu (6/9).

Ratusan hadirin yang terdiri dari penggiat zakat dan donatur berkumpul untuk mendengarkan penjelasan program penyaluran dana zakat yang telah dilakukan RUmah Zakat. Acara juga diisi dengan talkshow interaktif seputar zakat dan layanan SMS zakat yang disediakan oleh Indosat.

Acara talkshow menghadirkan Ahmad Ghozali dari kantor perencana keuangan Safir Senduk dan Rekan serta Head of Banten Branch Indosat, Sutopo. Dalam talkshow yang berlangsung sekitar 1 jam tersebut, terungkap fakta bahwa potensi zakat di Indonesia sebenarnya mencapai Rp 18 trilyun per tahun. Sementara saat ini baru bisa terkumpul sebesar Rp 1,2 trilyun.

"Potensi zakat di Indonesia masih sangat besar. Hanya saja tingkat kesadaran berzakat masih kurang. Ini menjadi tugas kita bersama," jelas alumni Universitas Islam (Unis) Tangerang ini. Ahmad Ghozali juga memberikan ilustrasi di wilayah perumahan Karawaci dan Serpong yang warganya kelas menengah ke atas dengan penghasilan lebih dari Rp 5 juta per bulan, seharusnya rata-rata jumlah zakat yang yang harus dikeluarkan adalah Rp 375.000 per bulan. Sementara faktanya kini baru mencapai rata-rata Rp 250 ribu.

Head of Banten Branch Indosat, Sutopo menjelaskan, Indosat hingga saat ini telah memberi bantuan sebanyak 8 mobil ambulan kepada Rumah Zakat di 8 wilayah regional layanan Indosat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). "Insya Allah dalam waktu dekat Indosat akan memberi bantuan 8 mobil ambulan lagi kepada Rumah Zakat," ujar Sutopo yang disambut tepuk tangan para hadirin.

Sutopo juga menjelaskan, bahwa karyawan Indosat yang beragama Islam juga aktif dalam penyaluran zakat yakni dengan merelakan gajinya dipotong sebesar 2,5%. "Kami melakukan ini (pemotongan gaji untuk zakat -red) sejak tahun 2000," jelas Sutopo.
Usai talkshow, dilakukan gelar donasi zakat via SMS yang disediakan oleh Indosat. Layanan ini diharapkan akan semakin mempermudah masyarakat menyalurkan zakatnya kapanpun dan dimanapun. Beberapa program dalam SMS donasi ini antara lain untuk Layanan Bersalin Gratis (LBG), sekolah gratis, dan program Ramadhan.
Read more...

RUMAH ZAKAT BANTU PERAN PEMERINTAHAN

0 komentar

TANGERANG. Sudah sekian lama masyarakat RT 1/3 Kelurahan Karangsari, Neglasari Tangerang tidak bisa menikmati sumber air bersih. Padahal air bersih sangat mereka butuhkan. Selain jumlah sumber air sumur di daerah itu sedikit, rata-rata warganya juga memanfaatkan jamban sebagai alternatif ketika hendak buang air besar.

“Kami melihat warga Kelurahan Karangsari membutuhkan fasilitas air bersih, untuk itu Rumah Zakat akan mendirikan Water Well di tengah pemukinan penduduk, supaya warganya lebih mudah mendapatkan air bersih,” kata Muhammad Irvan Bakrie, Mustahik Relation Officer (MRO) Rumah Zakat cabang Tangerang, ketika melakukan survey lapangan di sana.
Realisasinya, pada Ramadhan tahun ini, Rumah Zakat melalui program Kampoeng Ramadhan, membuat fasilitas umum air bersih Water Well di kawasan Integrated Community Development (ICD) Kecamatan Neglasari. Bentuknya adalah program pengadaan air bersih, WC dan kamar mandi.

Kartono, ketua RT setempat menyatakan, pihaknya sudah melakukan upaya meminta perhatian dan bantuan dari aparat Kelurahan hingga ke Wali Kota untuk meminta diadakannya sarana umum air bersih di desanya, tetapi upaya tersebut hingga sekarang belum mendapat tanggapan serius.

“Pemerintah kurang tanggap terhadap kebutuhan utama warganya. Rumah Zakat membantu peran pemerintah,” kata Kartono ketika meresmikan Water Well. Di kawasan yang kebanyakan warganya pendatang dari Jawa dengan mata pencaharian rata-rata berjualan nasi goreng ini, Rumah Zakat mendirikan dua ruangan WC umum, dan sumur pompa.
Read more...

PERDANA DI LKMS TANGERANG

0 komentar
Hari Selasa (16/9) kemarin mungkin merupakan hari yang cukup berbahagia bagi para pengusaha kecil di wilayah ICD Neglasari. Mereka dengan total 15 orang yang berkomposisi 12 orang dari kaum ibu dan sisanya dari para bapak. Setelah disepakati sebelumnya untuk dijadikan satu grup, para pengusaha itu tergabung dalam Kelompok Usaha Kecil Menuju Mandiri (KUKMI). Kelompok ini merupakan grup perdana yang mendapatkan fasilitas pembiayaan pola KUKMI, karena insya Allah nanti akan menyusul pada termin berikutnya kelompok baru.

Sebelum dilakukan pencairan atas pembiayaan mereka mengikuti prosedur yang telah disepakati sebelumnya, seperti pendaftaran anggota, survey dan analisa usaha serta mengikuti pelatihan dan pendampingan. Untuk langkah awal tersebut LKMS Tangerang sudah melakukannnya pada bulan sebelumnya, namun untuk pendampingan dan pelatihan baru saja dilakukan selama dua hari kemarin yaitu Senin – Selasa (15-16 September 2008).

Pada pelatihan hari pertama, LKMS Tangerang menjadualkan 2 materi sekaligus, yakni materi tentang ‘Prinsip-prinsip ekonomi syariah dikaitkan dengan meneladani pola Rasulullah berwirausaha’ yang disampaikan oleh Ustadz Mohammad Jamhuri Lc selaku ketua Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Asy-Syukriyyah, Tangerang.

Pada materi kedua dipaparkan bagaimana ‘menganalisa dan membuat akuntansi sederhana untuk usaha rumah tangga’, petunjuk ini disampaikan oleh Bapak Hendro Pranoto Amd seorang bisnisman muda, pemilik 70 gerai/outlet penganan ringan “TELA-TELA” yang tersebar di Kabupaten/Kota Tangerang.

Bersambung pada hari Selasa disampaikan materi tentang ‘pentingnya berjamaah dalam memupuk dan memikul tanggung jawab’ oleh Ustadz Syamsuri selaku da’i kondang dan Direktur Lembaga Pelatihan Keterampilan Masyarakat Kota Tangerang.

Acara yang dilakukan di Mushola Nurul Amal, Kampung Eretan Ampang RT 05/04 Selapajang Jaya Neglasari tersebut dibantu oleh 2 orang relawan dan dihadiri MSO Sucipto, MRO Muhammad Irvan Bakrie dan YCHC Officer RZI Tangerang Ahmad Faizs, serta diliput oleh media elektronik DAAI TV yang menurutnya akan disiarkan pada hari lebaran nanti.

Salah satu pernyataan dari anggota kelompok “Pas banget pak! Mau lebaran ini saya banyak permintaan manisan buah” menurut ibu Ida pedagang manisan buah yang sekarang sudah dibantu 4 orang pedagang keliling. Lain lagi menurut ibu Marhani pedagang sayur dan warung sembako, “modalnya saya mau pakai buat beli gerobak dorong pak, dagang di rumah sudah mulai sepi saya mau keliling kampung aja!”
Penulis: Hidayat, Tangerang
Read more...

PASTI RASA NASINYA LEBIH ENAK

0 komentar
TANGERANG. Di Ramadhan yang kesepuluh, Rumah Zakat cabang Tangerang menyelenggarakan buka bersama di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Anak Wanita Tangerang yang terletak di Jalan Daan Mogot Kota Tangerang, Rabu (10/9)

Ketika relawan Rumah Zakat datang kesana, tampak aktivitas ibadah di LP itu cukup semarak, ruangan masjid sudah dipenuhi oleh jamaah. Hampir seluruhnya adalah tahanan anak dan wanita. Suasananya ramai dengan lantunan bacaan asmaul husna yang diikuti oleh ratusan tahanan.

Hidup di hotel prodeo tentu bukan keinginan semua orang, tetapi semua orang harus bertanggungjawab terhadap apa yang diperbuatnya. “Aku juga nggak pengen hidup dalam penjara, tetapi karena faktor ekonomi, terpaksa dulu aku jualan barang narkoba. Kapok deh,” ujar Indah, salah satu penghuni LP.

Kehidupan di dalam penjara memang jauh dari kelayakan minimal hidup. “Nasi yang kami makan tiap hari rasanya jauh berbeda dengan yang di luar. Selain itu, para tahanan terkadang harus tidur bertumpuk-tumpuk karena sel penuh sesak,” ungkap Erni, tahanan yang lain.

Koordinator Bagian Pembinaan LP Anak Wanita Tangerang, Daryati mengungkapkan, LP itu merupakan penjara untuk anak berusia 18 tahun ke bawah. Saat ini kebanyakan para penghuni sel berusia 21 tahun ke atas, mayoritas mereka terkena kasus narkoba dengan lama hukuman 5 tahun ke bawah.

“Di sini banyak penghuni sel di atas 21 tahun karena mendapat limpahan tahanan dari LP Pondok Bambu. Mereka tidak memungkinkan dititipkan di LP Wanita Dewasa Tangerang, karena selnya juga sudah over. Jadi, terpaksa dititipkan kesini,” papar Daryati.
Untuk membekali para tahanan itu, pihaknya memberi ketrampilan melalui kursus rias pengantin, masak, menjahit dan komputer. Jenjang pendidikan para napi rata-rata dari hanya SD dan SMP. Karena itu, di sana juga diadakan program pemberantasan buta aksara bagi narapidana yang pendidikannya baru SD. “ Di sini, pembekalan agama dilaksanakan lima kali dalam satu minggu dengan materi peningkatan akhlak dan keimanan,” sambungnya.

Ketika paket berbuka puasa dibagikan pada setiap narapidana, mereka terlihat sangat gembira. “Wah seneng banget, daripada dibagikan di luar mending Rumah Zakat membagikannya di sini saja. Nasi di sini (LP) nggak enak, kayaknya dari beras Raskin,” kata Indah yang baru dua minggu berada di sel tahanan.***
Read more...
Jumat, 03 Oktober 2008

Jelang Idul Fitri, Bagi-bagi Sepatu Baru

0 komentar
Tangerang – sebentar lagi bulan Ramadhan segera berlalu, kebiasaan sebagian masyarakat Indonesia dipenghujungnya disibukkan dengan gegap gempita menyambut Idhul Fitri, ada yang menghias rumah, membuat kue, beli baju dan sepatu baru.

Bagi yang rezekinya berlebih, tentu tidak ada masalah dengan pemenuhan sandang dan pangan, tapi bagaimana dengan orang-orang yang hidup dibawah garis kemiskinan, pastinya mereka hanya bisa melihat kue tetangga yang enak-enak, anak tetangga memakai baju, sandal dan sepatu baru. Mereka hanya bisa membayangkannya.

Hal itu disadari oleh Muhammad Irvan Bakrie, Mustahik Relation Ship (MRO) RZI Tangerang, pihaknya sering melihat anak-anak di daerah ICD Selapajang ketika pulang sekolah, sepatu mereka sudah tidak layak pakai,”program ini merupakan bentuk kepedulian rumah zakat terhadap anak-anak di wilayah ICD,”kata Irvan.

Sebagian dari orang tua anak di ICD Selapajang bekerja sebagai buruh gali tanah, dan penjual buah pikul, hal itu yang membuat orang tua mereka kurang memperhatikan kebutuhan sandang anak-anaknya.

”setiap lebaran saya jarang membelikan sepatu untuk anak-anak apalagi baju baru, sebagai buruh uangnya tidak cukup, paling cuma sandal jepit aja,”tutur Abidin (40), buruh gali tanah.

Karenanya, untuk berbagi dengan anak-anak di ICD Selapajang, Rabu (17/9) siang, melalui MRO Rumah Zakat Tangerang, Muhammad Irvan Bakrie membagikan 18 paket sepatu kepada anak-anak di Kelurahan Selapajang RT 05/04, Kecamatan Neglasari.



Saat paket sepatu dibagikan, ada senyum keceriaan menghiasi wajah Siti Aminah (10), kelas 4 SD Negeri 3 Selapajang Jaya,”Makasih ya Kak..., sepatunya pas dipakai, besok langsung dipakai ke sekolah,”ucapnya sambil mencoba sepatu yang baru diterimanya
Read more...

ISMAWATI: SETIAP SUBUH SELALU INGAT RUMAH ZAKAT

0 komentar
TANGERANG. Bagi Ismawati (40), hidup dalam keterbatasan ekonomi adalah perjalanan hidup yang harus dilakoninya, bersama kelima anaknya ia mendiami rumah kontrakan di kelurahan Poris Gaga RT 001/01 Blok Ampera Kecamatan Batu Ceper Tangerang. Suaminya, Khozin, sehari-harinya bekerja sebagai tukang ojek.

Menurut pengamatan RZI, Senin (29/9), kondisi kontrakannya sangat tidak layak untuk ukuran keluarga besar, dua ruangan tiga kali empat meter dihuni tujuh jiwa, akibatnya, ruang tamu difungsikan juga sebagai kamar tidur, baju-baju bergelantungan di tembok, terkesan sumpek dan kumuh.

Sudah 24 tahun Ismawati bersama suami dan anak-anaknya mendiami kontrakan kecil itu, dengan segala suka dukanya. ketika awal-awal menikah, Khozin, suaminya pernah bekerja sebagai montir,”Alhamdulillah ketika bapak kerja dimontir banyak panggilan, sehingga kebutuhan sehari-hari bisa tertutupi,”tutur Ismawati.

Cobaan hidup datang, saat jasa montir suaminya sepi dari permintaan masyarakat. akibatnya, sumber pemasukan ekonomi keluarga terganggu, puncaknya ketika Khozin menjadi pengangguran,”Suami sempat kabur dari rumah, karena pikirannya kalut melihat nasib keluarga yang tidak menentu,” lanjut Ismawati dengan mimik muka sedih.

Setelah kabur sekian lama, pada awal ramadhan kemarin, Khozin kembali berkumpul bersama keluarganya. Untuk mempertahankan hidup, Khozin berperan sebagai tukang ojek, tentu pendapatannya tidak menentu,”perhari seringnya dapet delapan ribu,”kata Ismawati. Selain itu, pihaknya juga mengandalkan bantuan para tetangga dan lembaga bantuan sosial, seperti Rumah Zakat Indonesia.

Beban hidup semakin berat, ketika tahun 2000, Ismawati mengidap penyakit Kista. untuk mengobatinya, pihaknya membeli ramuan obat tradisional di toko Cina daerah Batu Ceper,”Tapi sakitnya tak kunjung sembuh, malahan bertambah parah, dan menjalar menjadi penyakit batu empedu,”kata Ismawati.

Menurut Ismawati, pihaknya pernah juga berobat di Paskesmas Batu Ceper Tangerang, di Puskesmas itu, ia mendapat informasi dari dokter puskesmas, dr. Khalid, dan direkomendasikan untuk minta bantuan pengobatan ke Rumah Zakat Indonesia.

Selain itu, Ismawati juga mengajukan program beasiswa pendidikan untuk kedua anaknya, Sinta (13) kelas satu SMP Batu Ceper, dan Kahfi (8) kelas 2 SD, kepada Rumah Zakat Indonesia Tangerang, ”Karena pendapatan suami tidak menentu, dan saya berharap anak-anak bisa sekolah,”katanya.

Melihat kondisi itu, RZI Cabang Tangerang berbagi dengan keluarga Ismawati melalui program Paket Peduli Pangan (P3), diwakili oleh Astri Amalia Educare Tangerang, dan Sucipto, MSO Tangerang, mengunjungi kontrakan Ismawati pada Senin (29/9) sore.

Sebelumnya, Ahad (21/9) lalu, Sinta dan Kahfi, tercatat sebagai anak asuh rumah zakat koordinator wilayah Pengayoman, juga mendapat paket kado lebaran dari Rumah Zakat.

”Saya berterimakasih banget pada Rumah zakat yang banyak membantu, setiap subuh selalu ingat rumah zakat, dan mendo’akan semoga para amil dan relawannya diberi ganjaran pahala yang berlipat-lipat,”tutur wanita asli Betawi ini, menutup obrolan dengan Marketing Support Officer cabang Tangerang.***
Read more...

Dorong Zakat Jadi Gaya Hidup

0 komentar
Tangerang - Potensi zakat yang luar biasa besar hingga kini belum tergali dengan maksimal. Padahal, dengan pesatnya perkembangan teknologi dewasa ini, dapat semakin mempermudah masyarakat dalam menunaikan zakatnya. Rumah Zakat Indonesia (RZI) bertekad mengusung zakat sebagai gaya hidup dimana keberadaan teknologi ikut berperan didalamnya.

Guna lebih memasyarakatkan teknologi pemberdayaan donasi zakat ini, Rumah Zakat Indonesia Cabang Tangerang mengadakan Gelar Budaya Zakat di Hotel Imperial Aryaduta Lippo, Karawaci, Tangerang, Sabtu (6/9) malam. Acara yang didukung BNI Syariah, PT. Indosat, Hotel Imperial, Radar Banten ini mengahdirkan Konsultan Keuangan Keluarga, Ahmad Ghozali dan Kepala Cabang PT. Indosat Banten, Sutopo.

Direktur Marketing RZI Aries Setio Priyono mengatakan, pembayaran donasi zakat masyarakat kini semakin mudah dengan dikenalkannya layanan zakat melalui operator seluler yang telah bekerjasama dengan RZI. Cukup dengan mengetik tombol pada telepon seluler, kewajiban masyarakat membayar zakat pun terlaksana.

”pembayaran zakat melalui operator seluler yang dilakukan dengan layanan Shot Message Service (SMS) sudah dikenal sejak tahun 2005. yang perlu ditekankan saat ini adalah bagaimana membuat masyarakat semakin familier terhadap teknologi pembayaran donasi tersebut,” kata Aries kepada sejumlah wartawan, usai talkshow.

Menurut Aries, potensi zakat di Indonesia mencapai Rp 19 triliun setiap tahunnya. Namun, merujuk data yang dikumpulkan dari sejumlah yayasan, lanjut dia, hingga saat ini jumlah zakat yang terserap dari masyarakat secara nasional hanya sebesar Rp 20 miliar per tahun. Oleh karena itu, Rumah Zakat Indonesia berupaya memberikan wadah yang terpercaya untuk menyalurkan zakat kepada orang-orang yang membutuhkan.”RZI berkeinginan kuat menjadikan zakat sebagai salah satu alat mengentaskan kemiskinan dengan menggelar kampanye di 19 kota dengan mengangkat tema menjadikan zakat sebagai gaya hidup,”kata Aries.

Acara di hotel Imperial Aryaduta, Lippo Karawaci, Tangerang, Sabtu malam lalu itu, merupakan yang keempat belas dari rangkaian roadshow di 19 kota besar di Indonesia. RZI menargetkan dari penyelenggaraan roadshow ini sebanyak 15 ribu peserta, tergugah menjadi endorser ”Indonesia Sadar Zakat” disetiap komunitas lokal.

Aries menegaskan, kebanyakan pengusaha dan pihak swasta yang ingin menyalurkan zakat terkendala faktor kepercayaan. Mereka rata-rata kurang percaya bahwa lembaga-lembaga yang ada benar-benar menyalurkan zakat yang diberikan. Untuk memupuk kepercayaan masyarakat, pengelolaan zakat di Rumah Zakat dikonsep modern. Setiap orang yang berzakat bisa melihat secara langsung aliran zakat mereka melalui internet.

Sementara itu, Assisten Public Relations Hotel Imperial Aryaduta Lippo Karawaci, Mumayyizah Icha, yang menjadi salah satu peserta talkshow, mengaku sangat setuju jika zakat dijadikan sebagai gaya hidup. Menurutnya, zakat memang sudah seharusnya didukung dalam posisi penting seperti rukun-rukun Islam lainnya, agar kepedulian masyarakat terhadap sesama bisa meningkat.

Sumber : Radar Banten
Read more...

CERIA ANAK PEMULUNG IKUT SIAGA SEHAT

0 komentar
TANGERANG. Ady (15 th) merupakan salah satu pasien yang sedang mengantri untuk mendapatkan layanan pengobatan gratiis yang digelar oleh Rumah Zakat Indonesia cabang Tangerang, Sabtu (27/9) siang.

Kebanyakan pasien yang datang dalam kegiatan ini adalah para pemulung yang tinggal di lingkungan RT Kandang Kambing Perum I, masyarakat menyebutnya dengan istilah ’Tanah Kebon’. Terdapat puluhan anggota keluarga yang mendiaminya, mereka merupakan warga pendatang. Rata-rata anak pemulung Tanah Kebon putus sekolah karena tidak ada biaya. ”Emak gak ada biaya,” ujar Ady, yang sama sekali belum mencicipi bangku SD.

Ady tidak sendirian, ada sekitar 50 anak seusianya yang putus sekolah. Ketika mereka tidak sekolah, aktivitas sehari-harinya adalah bekerja menjadi pemulung membantu orang tua. ”Kerjanya tiap hari, dari pagi sampai sore” tutur Ady pada MSO (Marketing Support Officer) Tangerang saat aksi pengobatan berlangsung.

Ady mengatakan setiap seminggu sekali hasil memulung ditimbang, ”Biasanya dapat 200 ribu dan kadang-kadang 300 ribu”. Ia pun melanjutkan, ”Dan hasilnya buat bayar utang warung ama emak” dengan nada penuh rasa tanggung jawab.

Sebenarnya semangat Ady dan teman-temannya untuk belajar sangat tinggi, hal ini terlihat dari kegiatan belajar agama yang terus dihadiri setiap hari senin sampai jum’at yang saat ini diasuh oleh Hj. Tuti. ”Walau tiap hari memulung, tetapi siangnya belajar ngaji hingga ashar,” kata Prisman – sahabat Ady.

Sudah bertahun-tahun Hj. Tuti mengajarkan baca iqro dan menulis latin pada anak-anak pemulung Tanah Kebon. ”Kasihan mereka, anaknya baik-baik. Mereka juga aset bangsa dan butuh perhatian kita semua,” ujar Hj. Tuti saat dihubungi lewat telepon.

Potret kehidupan Ady dan kawan-kawan ini terekam saat Rumah Zakat Indonesia cabang Tangerang menggelar aksi Siaga Sehat di lingkungan Masjid Al Anshor, Tangerang. Untuk melayani 100 pasien dalam kegiatan ini, YouthCare Rumah Zakat menerjunkan 1 dokter, 3 apoteker, serta 4 relawan. Kegiatan dilakukan mulai pukul 10.00 – 12.00 WIB, yang dapat menangani berbagai keluhan dari warga.***
Read more...

BUKA BERSAMA PASIEN RUMAH SAKIT

0 komentar
TANGERANG. Buka puasa bersama setiap hari di daerah Integrated Community Development (ICD) atau desa binaan bersama anak asuh, janda dhuafa, dan jamaah masjid merupakan menu dari program Kampoeng Ramadhan Rumah Zakat Indonesia. Kali ini bertempat di Rumah Sakit Umum Tangerang di Jalan Ahmad Yani Tangerang, ada 200 paket ifthor (berbuka) yang didistribusikan kepada 200 pasien rumah sakit tersebut, Selasa (9/9) malam.

Buka bersama dilaksanakan secara safari dengan titik-titik wilayah yang sudah ditentukan oleh panitia Kampoeng Ramadhan Rumah Zakat. “Selama Ramadhan, RZI Tangerang akan menyebar 4.962 paket buka bersama, rata-rata pendistribusian paket ifthor mencapai 200 dus per hari,” kata Ahmad Faizs, Youth Care Officer (YCO) RZI Tangerang.

Dia menjelaskan, sejak awal Ramadhan hingga Selasa (9/9) paket ifthor yang sudah tersebar berjumlah 1.439 bungkus, didistribusikan kepada komunitas tuna netra Cikokol, anak asuh Rumah Zakat, janda dhuafa, dan jompo serta serta para jamaah masjid di wilayah ICD.

Buka bersama di RSU Tangerang merupakan yang kedua kalinya. Ramadhan tahun lalu juga pernah menyelenggarakan buka puasa bareng pasien. Untuk mensukseskannya, RZI Tangerang menerjunkan 16 personil Mahasiswa Kampus Relawan.

Saat berbuka di rumah sakit, ada suasana yang berbeda. “Ketika berbuka di rumah sakit kita menyaksikan langsung orang-orang yang sedang sakit, pemandangan seperti itu menjadikan kita untuk lebih muhasabah (intropeksi diri) bahwa kita harus memperbanyak rasa syukur kepada Allah SWT,” ujar Tri Novita, mahasiswa Kampus Relawan.

Tri mengungkapkan, ada cerita menarik saat memberikan paket berbuka pada tiap pasien. Awalnya, ada pasien yang tidak mau diberi paket berbuka, karena mereka menganggap disuruh untuk membayar. Pasien menyangka Relawan sedang berjualan nasi kotak
Kepala Ruangan Rawat Inap Bedah RSU Tangerang Suyono menyatakan, pihaknya sangat mendukung bentuk perhatian terhadap pasien rumah sakit itu. “Berbuka puasa dengan para pasien merupakan hal yang bagus, kebanyakan elemen masyarakat jarang yang melirik rumah sakit untuk berbagi dengan para pasien. Mereka menganggap rumah sakit identik dengan label kumuh dan kotor. Padahal tidak seperti itu,” kata Suyono.***
Read more...

BELAJAR SYARIAH DAN BISNIS TELA-TELA

0 komentar
TANGERANG. untuk mempersiapkan program bagi Kelompok Usaha Kecil Mandiri (KUKMI), Lembaga Keuangan Mikro Syariah Mozaik Tangerang akan menyelenggarakan pelatihan bagi 15 calon anggota KUKMI di Mushola Nurul Iman, Kampung Eretan Empang RT 5/4, Desa Selapajang, Kecamatan Neglasari Tangerang.

Pelatihan tersebut merupakan tahap pertama yang harus dilalui bagi calon anggota. “Dalam rangka pemberdayaan masyarakat, dengan kelompok usaha kecil mandiri, LKMS akan mengadakan pelatihan yang diperuntukkan bagi calon anggota KUKMI,” kata Kepala Cabang LKMS Hidayat

Para peserta akan mendapatkan wawasan tentang ekonomi syariah dan simulasi langsung tentang bagaimana pengaturan keuangan. “Selama dua hari, pada Senin dan Selasa (15-16/9) mendatang, kami akan menghadirkan pemateri dari kalangan akademisi dan pengusaha,” tambahnya.

Pembicara yang direncanakan hadir adalah Jamhuri, Ketua Perguruan Tinggi Agama Islam Asy-Syukriyah Tangerang, yang memberi mater tentang Prinsip-prinsip Syariah. Kemudian Hendro, pengusaha Tela-tela yang akan memberikan ilmunya tentang Akuntasi Terapan Rumah Tangga.

Tidak hanya mendapat pembekalan wawasan, masing-masing peserta juga akan mendapatkan pembiayaan Rp 660 ribu per orang. Supaya anggota KUKMI lebih maksimal dalam berdagang, pihak LKMS Tangerang akan bekerjasama dengan Mahasiswa Kampus Relawan Tangerang Jurusan Community Development untuk program pendampingan anggota.

“Pembinaan akan berlangsung selama tiga bulan dengan pola kegiatan taklim anggota, pengelolaan usaha, dan sharing entrepreneurship,” lanjutnya Hidayat.***
Read more...

BAYI KECIL TINGGAL DI PENJARA

0 komentar
TANGERANG. Setelah menggelar buka bersama di LP Anak Wanita minggu lalu, Rumah Zakat Cabang Tangerang menyambangi LP Perempuan Dewasa Tangerang, Senin (15/9). Ketika menginjakkan kaki di areal LP, tampak ruang serbaguna yang difungsikan sebagai masjid dikelilingi oleh pagar dengan panjang jeruji sekitar tiga meter.

Setiap hari, para napi wajib mengikuti senam. Di belakang bangunan masjid ada ruangan yang disebut BINGKER (Bimbingan Belajar Bekerja). Setiap hari para napi diajari berbagai keterampilan, seperti salon, strimin, menjahit/sulam, dan mote. Untuk menyelesaikan rajutan strimin, setiap napi rata-rata menghabiskan waktu selama 2,5 bulan. “Untuk satu bingkai rajutan strimin yang sudah jadi dihargai 500 ribu,” tutur Vivi, yang sudah empat tahun mendekam di LP Wanita Dewasa Tangerang. “Harga upah untuk napi yang membuat strimin Rp 50.000,” lanjutnya.

Menurut Kepala LP Perempuan Tangerang, Ati Sumiati, saat ini LP dihuni 420 warga binaan, 319 diantaranya beragama Islam. Dari seluruh tahanan, ada satu penghuni termuda bernama Aldi yang berumur satu tahun empat bulan. Tentu bukan karena melanggar hukum, tapi ibunya, Euis (28) melahirkannya di penjara Pondok Bambu tahun lalu. Euis divonis 9 tahun karena tersangkut kasus narkoba. “Rabu depan Aldi akan keluar dan dititipin ke orang tua, karena bayi hanya boleh tinggal di LP sampai berusia 2 tahun,” terang Euis.

Memang, sebagian besar napi perempuan mendekam di LP Tangerang akibat kasus narkoba. Jumlahnya tidak tanggung-tanggung mencapai 70 persen. Sebagian dari mereka berpenampilan modis layaknya anak gaul.

Euis mengaku, tidak tega jika Aldi tinggal dipenjara, tinggal dalam satu sel bersama enam napi lainnya dengan tidur beralaskan kasur. “Ada juga napi yang tidak suka dengan kehadiran Aldi, kadang mereka marah-marah jika Aldi sedang rewel,” katanya. Tetapi dia mencoba untuk sabar dan menjalin hubungan baik dengan sesama napi.
Untuk memenuhi kebutuhan gizi anaknya, setiap tiga minggu sekali, Euis membelikan susu boks di kantin. “Tiga boks susu habis untuk tiga minggu, harganya Rp 15.000 per boks,” lanjutnya.

Khusus untuk Ramadhan, menu makanan jauh lebih baik dari bulan-bulan sebelumnya, “Bulan puasa menu makannya lebih mewah, ada telor asin, ikan asin, sayur pecel, kadang ada rendangnya, ada pula kolaknya,” kata Vivi, sambil merajut strimin yang sedang diselesaikannya.

Hadirnya Rumah Zakat di tengah-tengah para napi tentu membuat mereka jadi bergembira, ada senyum keceriaan ketika para napi diajak untuk permainan game kelompok, seolah-olah beban pikiran selama di penjara menjadi hilang.

Diselenggarakannya buka bersama di LP Perempuan Tangerang, merupakan hasil kerjasama dengan Qatar Charity, ada 500 paket ifthor yang disalurkan.

Qatar Charity, sebuah lembaga sosial non profit yang berdiri pada 1980, pada Ramadhan ini, mempunyai program penghimpunan zakat, ifthor, qufah, dan kafalah. Untuk kerjasama yang sudah berjalan dengan Rumah Zakat adalah paket ifthor. Kerjasama paket ifthor sudah berjalan sejak 2006, dengan 2.500 yang disebar ke wilayah Jabodetabek.
Read more...

ANAK ASUH BERLOMBA KHATAM AL-QURAN

0 komentar
TANGERANG. Berlomba-lomba dalam mencapai target amalan Ramadhan, seperti yang dilaksanakan oleh anak asuh Rumah Zakat Cabang Tangerang, tepatnya koordinator wilayah Sepatan Tangerang, menjadikan hari-harinya dipenuhi oleh semangat untuk mencapai kemenangan.

Sekitar 22 anak asuh Sepatan mengaku pada tahun ini, mengisi hari-hari Ramadhan dengan target amalan yang harus dicapainya, seperti puasa, tilawah, tarawih dan subuh berjamaah. “Yang menjadi prioritas anak asuh dalam target amalan adalah mengkhatamkan al-Quran,” kata Mahfud, mentor Sepatan.

Untuk memotivasinya, pihak mentor menjanjikan hadiah menarik jika para anak asuh bisa mengkhatamkan satu kali selama Ramadhan. Tetapi permintaan bentuk hadiah bervariasi, ada yang meminta hadiah al-Quran, tas sekolah, HP, buku panduan menggambar, sepeda dan alat-alat sekolah.

“Insyaallah, aku akan mengkhatamkan al-Quran bulan ini. Kalau khatam, aku mau minta hadiah buku panduan menggambar,” ujar Fauziah ’Ilmi, salah satu anak asuh.***
Read more...

100 PAKET SAHUR UNTUK PESERTA ITIKAF

0 komentar
TANGERANG. Rumah Zakat Indonesia Cabang Tangerang menyalurkan 100 paket sahur pada acara i’tikaf yang digelar di dua tempat oleh Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Tangerang. Kegiatan berlangsung di Masjid Jami’ Al-Anshor di Jalan Bima No 63 Kavling Agraria Tangerang dan Masjid Al-Hidayah Lippo Karawaci, Kamis (25/9) dini hari waktu sahur.

Ratusan masyarakat memadati masjid untuk mengikuti kajian tematik i’tikaf yang sudah berjalan sejak Minggu (21/9) dengan menghadirkan ustadz-ustadz kondang. Salah satu pematerinya adalah KH Ibnu Jarir Lc, pengisi acara Tujuh Hari Menuju Taubat di Trans7.

Penyaluran paket sahur itu merupakan hasil kerjasama Rumah Zakat Indonesia Cabang Tangerang dengan FIF Syariah. Tema yang diusung adalah ‘Grebek Sahur & Buka Puasa Bersama di 18 Kota.[]
Read more...

TANGERANG JADI FAVORIT OJT

0 komentar
TANGERANG. Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) Mozaik Cabang Tangerang, agaknya menjadi favorit kantor cabang LKMS dari daerah lain untuk mendidik para amil. Terbukti, hingga kini sudah ada empat kantor cabang yang mengirimkan para amil untuk mengaplikasikan langsung teori-teori perbankan syariah di Tangerang. Mereka adalah LKMS Bogor, LKMS Bekasi, LKMS Cirebon, dan LKMS Jakarta Selatan. Yang terakhir ini mengikuti On Job Training di Tangerang, mulai Selasa 12/8) hingga Sabtu (17/8).

Saat ini, LKMS Jakarta Selatan sudah menyiapkan tempat untuk kantor. Ada empat amil LKMS yang mengikuti training ini, yaitu Kepala Cabang Nurzaman, Acount Officer (AO) Erdi, Teller Ria dan Customer Service Ria.

LKMS Tangerang merupakan laboratorium bagi pembelajaran amil di wilayah Jabodetabek, karena tempatnya lebih representatif. Model OJT-nya adalah ikut terjun langsung dalam transaksi. "Saya mengharapkan teman-teman Mozaik Jaksel bisa menerapkan teori yang didapat untuk diaplikasikan langsung dalam dunia kerja di LKMS,” kata Nurzaman .

Nurzaman mengaku, cukup banyak ilmu yang diserap selama tiga hari di LKMS Tangerang. "Saya diajari tentang sistem yang diterapkan di lembaga LKMS, meliputi shoftware, contoh-contoh akad, alur kerja dan pengenalan produk Mozaik. Kemudian, bagaimana strategi funding dan landing. Selain itu juga kami mempraktekkan sistem yang ada di Mozaik, seperti kontrol dalam kondisi korektibilitas, pendapatan lembaga per hari, antipasi tingkat kredit macet, serta memecahkan permasalahan yang terjadi di lapangan," katanya.
Read more...

Mari Ulurkan Tangan Untuk Aisyiah

0 komentar
Serang,Aisyiah (11) seorang anak warga desa Kubang Baros Rt 01/04, Kecamatan Serang, Banten, anak ke 2 dari 5 bersaudara, sejak duduk di bangku TK menderita penyakit kulit akut. Sekujur tubuhnya sungguh memprihatinkan, dipenuhi oleh bercak-bercak koreng.

Sudah 7 tahun ini, Ai panggilan kesayangan Aisyiah, harus menahan sakit, panas dan gatal yang berkepanjangan. "Awalnya tumbuh bercak-bercak kecil seperti kulit yang tersiram air panas. Ketika bercaknya pecah, koreng akan semakin banyak dan menyebar ke kulit tubuh yang lain. Lama-kelamaan korengnya memenuhi sekujur tubuh,” tutur Saryati, ibu Ai.

Saat ini, Ai masih terbaring lemah di tempat tidurnya, sambil menelungkupkan kedua tangannya ke dada karena menahan sakit dan gatal. Untuk buang air besar (BAB) Ai harus dituntun, dan ketika membersihkan kotorannya tidak pakai air, tetapi dilap dengan kapas. "Karena kalau pakai air susah, dan Ai pasti menangis jika cebok dengan air,” kata Saryati.

Pendapatan orangtuanya sebagai buruh tani, hanya mampu untuk mengantarkan berobat hingga ke Puskesmas Cinangka saja yang ongkosnya Rp. 20.000. Pemberian obat dari Puskesmas selama ini belum memberikan kesembuhan yang berarti bagi penyakit Ai.

Saryati dan suaminya hanya pasrah saja terhadap penyakit yang di derita anaknya.
Saat dalam kepasrahan, orangtua Ai didatangi warga sekitar yang merasa iba dengan kondisi Ai. Mereka urunan untuk membantu untuk berobat jalan di Rumah Sakit Krakatau Steel Cilegon. "Pernah berobat jalan sampai empat kali di Rumah Sakit KS berkat bantuan seorang warga, dan ada sedikit perubahan. Tapi beberapa bulan kemudian penyakitnya kambuh lagi hingga sekarang,” lanjut Saryati.

Seharusnya anak seumuran Aisyiah sudah memakai rok biru putih ketika berangkat ke sekolah. Tetapi karena kondisi fisiknya yang lemah, ia masih duduk di bangku kelas 3 SD Mendong. Itu pun hingga saat ini ia masih cuti sekolah. Ia nampak kepayahan saat berusaha mengeluarkan kata-kata. Keinginan yang pernah disampaikannya sederhana. Ia hanya ingin sekolah lagi dan bermain dengan teman-teman seangkatannya.

Saat ini salah satu Lembaga Amil Zakat (LAZ) Nasional yakni Rumah Zakat Indonesia telah memberi bantuan. Namun karena jumlahnya terbatas Rumah Zakat mengajak kepada para dermawan untuk mengembalikan senyum Aisyiah dengan berempati dan menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu biaya pengobatan ke rumah sakit. (che)
Read more...

KARYAWAN EXXONMOBIL PASANG UBIN SD AL-HUDA

0 komentar
TANGERANG. Waktu pendaftaran siswa baru sudah usai. Tapi, Sabtu (9/8) pagi, puluhan karyawan Exxon Mobil Oil Indonesia Inc. (EMOI) menyerbu SD Al-Huda Serpong Tangerang. Mereka mengajak juga anggota keluarganya. Bukan mendaftarkan anaknya sebagai siswa baru, tapi melakukan aksi sosial sebagai bagian program employee volunteer (relawan pegawai).

Program ini sudah beberapa kali dilakukan oleh ExxonMobil. Biasanya dikoordinir karyawannya sendiri. Sabtu kemarin ExxonMobil bekerjasama dengan Yayasan Al-Hakim membangun tiga kelas baru dan memperbaiki SD Al-Huda Serpong.

Rumah Zakat Indonesia Cabang Tangerang berpartisipasi dalam acara itu dengan menggelar pelayanan pengobatan gratis dan pemeriksaan gigi bagi siswa-siswa SD Al-Huda. Dua dokter relawan ahli Rumah Zakat, yaitu dr Wina dan dr Ista, diterjunkan langsung ke sana. Selain pelayanan kesehatan umum dan pemeriksaan gigi, ada lima relawan yang bertugas meracik obat-obatan.

Di SD Al-Huda, puluhan karyawan ExxonMobil berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sukarela. Diantaranya perbaikan dan pengecatan gedung sekolah, pemasangan ubin dan penyerahan perlengkapan sekolah yang baru. Ditambah lagi, ada juga kegiatan membaca cerita kepada para siswa.

“Kegiatan sukarela para karyawan sangat penting untuk kami dan juga untuk mengembangkan pribadi mereka sendiri,” ujar Presiden and General Manager EMOI Terry S. McPhail. Setiap tahun, karyawannya menyediakan waktu luang untuk berpartisipasi dalam kegiatan sukarela perusahaan.

“Tahun ini kami sudah memulai program sukarela inisiatif dari karyawan sendiri, dan kami juga akan terus melaksanakan program-program berikutnya di tahun 2008 ini,” tambahnya.

Kepala SD Al-Huda, Siddiq menyatakan sangat gembira dengan program itu. “Kami sangat senang ExxonMobil bisa berpartisipasi dalam merenovasi sekolah ini. Renovasi sekolah akan meningkatkan kondisi fisik sekolah, dan menyediakan lingkungan belajar yang lebih baik bagi para siswa,” kata Siddiq.

Yayasan Al-Hakim diberi kepercayaan melalui program corporate social responbilithy (CSR) ExxonMobil karena mereka dinilai mengedepankan profesionalitas dalam bekerja, dan SD Al-Huda dipilih karena keadaannya sangat memprihatinkan. Para guru dan 120 siswa Al-Huda serta sukarelawan dari Yayasan Al-Hakim turut berpartisipasi dalam program sukarela ini.

Sejak 2006, 400 karyawan ExxonMobil di Indonesia telah menyumbnagkan waktu dan keterampilan mereka kepada masyarakat sekitar daerah operasi ExxonMobil. Kegiatan relawan pegawai ini cukup beragam, seperti membangun rumah, memperbaiki sekolah, penggalangan dana untuk amal dan juga turut aktif di organisasi nirlaba masyarakat. Hingga saat ini, para karyawan telah menyumbangkan lebih dari 5.600 jam sukarela untuk membantu masyarakat. Mereka juga ikut menyumbangkan dana dari kantong mereka melalui organisasi mitra perusahaan.

Demikian juga, Rumah Zakat Cabang Tangerang menawarkan kerjasama dengan ExxonMobil untuk menggulirkan program Mobil Ambulance Gratis. Penyediaan mobil ambulan ini untuk memudahkan dalam memberikan layanan pengantaran jenazah gratis bagi masyarakat yang membutuhkan.***
Read more...

SILATURAHIM BERSAMA LKMS TANGERANG

0 komentar
TANGERANG. Untuk terus menjalin keakraban, LKMS Mozaik Tangerang mengadakan silaturahmi dengan para anggotanya. Dengan memakai busana talim sebanyak 22 anggota menghadiri taklim bulanan yang bulan lalu diselenggarakan di TK Taman Indria Jalan Nanas Perum I Kota Tangerang.

Taklim kali ini diisi oleh Branch Manager Rumah Zakat Tangerang, Kurnia Ariffianto, materi yang disampaikannya adalah ’berfikir dan berjiwa besar’ buku yang ditulis oleh David J. Schwartz. “ Buku ini menginspirasikan pembacanya untuk mendapatkan gagasan yang realistis dan praktis, prinsip yang akan memungkinkan seseorang mengendalikan kekuatan hebat dari berfikir besar, yang akan mendatangkan keberhasilan, kebahagiaan, dan kepuasan yang anda inginkan,” terangnya

Tujuan dari penyelenggaraan taklim ini adalah ajang silaturahmi dari anggota ke anggota dan LKMS ke anggota, juga untuk menambah wacana berfikir anggota, memberikan motivasi dan semangat bagi anggota ketika menghadapi kesulitan hidup. ”Terima kasih kepada anggota yang mau bersilaturahmi dalam acara ini, juga kepada Mozaik yang mau kasih dana dan pertemuan ke anggota,” ujar Muhammad Derri selaku perwakilan nasabah.***
Read more...

Bangkit Generasiku: DADEN : SEMOGA MOZAIK BISA MEMBANTU SAYA

0 komentar
Read more...

SEMARAK OPENING KEMJUR JABOTABEK CIBUBUR

0 komentar

JABOTABEK. Meskipun Kemjur Jabotabek telah dimulai kemarin (8/07), namun hari ini (9/07) moment akbar yang diselenggarakan di bumi perkemahan Cibubur ini dibuka secara resmi. Melalui serangkaian acara yang dimulai dari parade dari masing-masing kontingen dari lima cabang Rumah Zakat di Jabotabek, acara ini juga diresmikan oleh Ketua MPR RI DR. Hidayat Nur Wahid, MA. Selain itu hadir juga Sekda Bogor dan CEO Rumah Zakat Virda Dimas Ekaputra, disamping sejumlah mitra undangan seperti dari perwakilan Telkomsel Helmi Wahidi.

Opening ceremony dimulai dengan penampilan Marawis dari anak asuh Rumah Zakat Indonesia Jaksel, diteruskan dengan perkusi dari anak asuh Jaktim dan sambutan dari Virda Dimas Ekaputra dan Helmi Wahidi serta DR. Hidayat Nur Wahid, MA. Menurutnya Kemah Juara adalah kegiatan yang sangat bermanfaat, dibandingkan bermain game dan lainya,” Anak-anak harus mengikuti kegiatan sini sepenuh hati dan harus punya semangat untuk menjadi juara, seperti semangat untuk belajar, semangat untuk maju dll. Bukannya menjadi sang juara sombong atau juara angkuh,” terangnya.

Ditambahkannya dengan menjadi juara anak-anak bisa memberikan manfaat yang besar bagi keluarga, bangsa, negara dan agama.” Acara ini terselenggara atas rangkaian kepedulian bersama karena saya yakin masih banyak orang baik dan pejabat yang baik, Maka marilah kita doakan kepada para donatur agar panjang umur,” lanjutnya. Sesaat setelah sambutan DR. Hidayat Nur Wahid, MA juga melakukan pemotongan pita secara simbolis, pelepasan burung merpati ke udara dan menyematkan tanda peserta kepada empat orang perwakilan anak asuh. Akhirnya acara resmi acara dibuka dengan bunyi sirine dan pelepasan sejumlah balon ke udara.

Kemudian berlangsung secara marathon, DR. Hidayat meninjau pelatihan belajar internet, klinik, pasar, dan bank. Sorenya peserta mengikuti kegiatan game secara berkelompok, diaman aada 15 permainan diantaranya tali temali, engrang, kimia, fisika, straw building, ruding pong, ring gebyar, tali pong, dan egg box. Game tersebut bertujuan melatih para peserta untuk mempunyai semangat team work, menumbuhkan jiwa kepemimpinan, semangat kebersamaan dan menumbuhkan sifat kejujuran, serta menumbuhkan semangat kreativitas untuk membuat strategi-strategi dalam menyelesaikan setiap game yang harus dilalui.

Sebagian peserta mengaku sulit untuk menyelesaikan game yang disediakan. Menurut Mony, siswa kelas I SMP 13 Jakarta Utara, dirinya mengaku sulit untuk memasukkan batang bambu ke lubang. Begitu juga Sri Jaitunnajah, pelajar 1 SMA Gintung, dalam permainan egg box kelompoknya kesulitan dan akhirnya gagal menyelesaikan permainan tersebut, “Kita membutuhkan keseimbangan, konsentrasi dan kerjasama,”ujarnya.

Menurut Jaya Saputra selaku penanggung jawab kegiatan, hasil dari kegiatan Kemah Juara ini adalah menciptakan kemandirian, “ Kita menginginkan anak asuh dalam kehidupannya bisa mandiri, walapun kondisi ekonomi yang sulit mereka dapat kreatif,”ungkapnya. Ditambahkanya denagn kegiatan ini anak asuh mendapatkan wawasan yang luas dengan materi-materi yang disediakan, dan menambah silaturahmi. ***
Read more...

PERDANA, AKSI INDOFOOD BERBAGI AROMA KEBAIKAN

0 komentar
TANGERANG. Selasa (29/07) Rumah Zakat Indonesia Cabang Tangerang bekerjasama dengan PT. Indofood mengadakan aksi siaga pangan dengan tema,” Berbagi Aroma Kebaikan”. Bertempat di halaman kelurahan desa Rawarengas, Acara dimulai pukul 09.00, dipenuhi oleh janda- janda yang sebelumnya telah disurvey untuk mendapatkan kupon berbagi aroma kebaikan.

Hadir pada acara tersebut, Ingkil Kepala desa Rawarengas, Kurnia Ariffianto, Branch Manager Rumah Zakat Tangerang, Suryanto, Direktur Indo Sentra Pelangi, anak perusahaan Indofood. serta Frans A. Toisuta, Wakil Direktur Group HR & PR.

”Indofood tidak hanya mencari keuntungan semata, tetapi kami juga peduli terhadap kondisi sosial lingkungan masyarakat, ” kata Suryanto, Direktur Indo Sentra Pelangi. Ditambahkannya bahwa disaat kenaikan barang-barang kebutuhan pokok, menyebabkan beban hidup menjadi sulit, dan Indofood berbagi aroma kebaikan sehingga dapat membantu mengurangi beban hidup.

Penduduk desa Rawa Rengas mayoritas bekerja sebagai buruh, yang membuat mereka kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Faktor ekonomi inilah yang memicu balita dan ibu hamil mengalami keguguran dan gizi buruk. Bahkan dari survey yang dilakukan oleh TP-PKK (tim penggerak PKK) desa Rawarengas pada bulan Mei 2008 terdapat ratusan balita yang mengalami Kurang Gizi dan Gizi Buruk.

Menurut bidan Titin Fauziah, di Rawarengas ada 40 penderita gizi buruk dan 80 lainnya kurang gizi. “ Penyebab gizi buruk adalah kebanyakan balita kurang pangan, sehingga asupan gizi menjadi berkurang dan kesehatan menjadi terganggu. Factor minimnya pendidikan juga yang menyebabkan warga desa Rawarengas kurang mendapat lapangan pekerjaan, sehingga kebanyakan warganya bekerja sebagai buruh kasar (kuli).

Lokasi Rawarengas kecamatan Kosambi Kabupaten Tangerang termasuk ring satu (perbatasan langsung) dengan bandara Soekarno Hatta, semestinya penduduknya tidak mengalami kekurangan gizi dan gizi buruk dibandingkan dengan desa lainnya. Daerah ini menjadi bagian dari ICD Rumah Zakat Tangerang yang menjadi titik focus penyaluran aksi siaga pangan berbagi aroma kebaikan, dengan memberikan 260 paket sembako kepada orang-orang jompo serta aksi siaga sehat untuk ibu dan balita.

Aksi ini merupakan yang pertama dan perdana dimana Tangerang menjadi pembuka dari 37 kota secara Nasional, “Semoga acara ini tidak hanya di periode Juli sampai September saja, dan tidak hanya satu divisi saja (sirup) tetapi menjadi stock story untuk acara-acara selanjutnya,” terang Wahyu Hidayat, Regional Head Jabodetabek. Acara serah terima bingkisan sembako diserahkan kepada Frans A. Taisuta, Wakil direktur group HR & PR kepada tiga perwakilan jompo.” Terimakasih Indofood dan Rumah Zakat,” ujar Nenek Diah. ***
Read more...

PELATIHAN JURNALISTIK BERSAMA POKJA TANGERANG

0 komentar
TANGERANG. Kampus Relawan Tangerang diundang Forum Mahasiswa Tangerang ( FORMAT ) untuk menghadiri pelatihan jurnalistik mahasiswa selama satu bulan dengan tema, ” Menggugat Nilai-nilai Kritis Mahasiswa Melalui Jurnalistik.” Kegiatan tersebut merupakan hasil kerjasama dengan Pokja Wartawan harian Tangerang.

Sabtu (19/7) di aula kampus UNIS Tangerang acara diadakan dimana mahasiswa mendominasi sebagai peserta, kebanyakan yang hadir adalah mahasiswa yang belum pernah mengikuti pelatihan jurnalistik (pemula). Youth Care Tangerang, Ahmad Faizs mengirimkan 5 mahasiswa Kampus Relawan.

Selama empat kali pertemuan, para peserta akan mendapatkan berbagai teori ilmu jurnalistik dari para wartawan senior, seperti Pengetahuan Jurnalistik (Multa/The Jakarta Post), Berita dan Sumber Berita (Joniansyah/Tempo), Wawancara (dwi Gustiana/Suara Pembeharuan), Bahasa Indonesia Jurnalistik (Multa Firdaus), Reportase (Akhmad Koharudian/TV One), Investigative Reporting (Investigative Reporting (komsurija/Tribun), Penulisan Berita dan Features (Ayu Cipto/Tempo), Jurnalistik Televisi (Choiri/RCTI).

Pada pertemuan pertama (19/7) para peserta mendapatkan materi-materi seputar, Pengetahuan dasar-Dasar Jurnalistik oleh Multa Firdaus (The Jakarta Post), Wawancara oleh Dewi Gustiana (Suara Pembaharuan), Reportase/Pengadaan Bahan Berita oleh Akhmad Koharudin (reporter TV One untuk wilayah Tangerang).

”Tidak semua bentuk publikasi dapat digolongkan sebagai karya jurnalistik. Banyak hal-hal yang membedakan antara karya jurnalistik dengan publikasi umum,”ungkap Multa Firdaus, wartawan senior The Jakarta Post yang pernah meraih penghargaan dari Menteri Pendidikan Nasional atas penulisan terbaik di bidang pendidikan.

”Jurnalistik merupakan ruang lingkup dari segala kegiatan dan upaya pencarian atau pengumpulan informasi dalam bentuk tulisan, foto, audio dan audio visual untuk lalu dipublikasikan pada publik melalui media massa cetak dan elektronik.” Pada sesi kedua Dewi Gustiana, wartawan senior Suara Pembaharuan, memaparkan tehnik-tehnik wawancara yang berhasil, dengan mengambil judul,” Kenali Nara Sumber, Strategi Suksesnya Wawancara.”

“ Tujuan seorang reporter melakukan wawancara adalah mengumpulkan informasi yang lengkap, akurat, dan adil (fair),” terangnya. Dilanjutkanya, perbedaan penting antara wawancara dengan percakapan biasa adalah wawancara bertujuan pasti,”menggali permasalahan yang ingin diketahui untuk disampaikan kepada khalayak pembaca, pendengar, atau pemirsa. Tetapi perlu ditekankan, dalam sebuah wawancara tidak boleh memaksa tetapi membujuk orang agar bersedia memberi keterangan yang diperlukan,” terang Dewi.

Ditambahkannya dalam proses wawancara, wartawan harus bisa meredam egonya, dan pada saat yang sama harus melakukan pengendalian tersembunyi. ”Ini sesuatu yang sulit, wartawan yang lebih banyak bicara dari nara sumbernya dapat disebut gagal meredam egonya sehingga memperkecil peluang narasumber untuk lebih banyak mengungkap info yang dibutuhkan.”***
Read more...

Entri Populer

 
News & Artikel Abu Hylmi © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here