Diberdayakan oleh Blogger.
 
Jumat, 30 April 2010

Anggun, Lahir Tanpa Lubang Anus, Butuh Operasi

0 komentar
CIKARANG – Anggun (6,5 th), merupakan anak luar biasa yang harus berjuang di luar sana. Sejak lahir dia harus menerima kenyataan bahwa dia tidak mempunyai lubang anus, sehingga dia harus berjuang melawan sakit agar bisa menikmati hidup.

Menurut orang tua Anggun, karena tidak ada biaya saat itu proses persalinan tidak di rumah sakit, namun proses kelahiran Anggun ditangani oleh seorang Paraji (dukun beranak), ”Alhamdulillah berjalan lancar,” ujar sang Ibu.

Namun, seketika itu dia terkejut karena sang bayi yang baru saja dilahirkannya tidak mempunyai lubang anus. Saat itu suasana panik karena tidak tahu harus berbuat apa, padahal harus ada solusi. Kemudian sang Paraji mengajukan upaya preventif dan temporer untuk membuat lubang anus. Dan sesuai dengan kesepakatan keluarga, mereka sepakat untuk membuat sebuah saluran pembuangan temporer yang mungkin tidak masuk akal dalam dunia kedokteran, ”Sang Paraji membuat lubang saluran anus dengan bahan rempah-rempah seperti kunyit.”

Karena sifatnya temporer dan tidak tahan lama, seiring perjalanan waktu saluran pembuangan tersebut rapat kembali. Karena tak tahan dengan penderitaan Anggun, dengan bekal dan biaya yang pas-pasan, akhirnya keluarga sepakat untuk memeriksakan Anggun ke rumah sakit.

Saat diperiksakan, sang dokter dan pihak rumah sakit belum menyetujui langkah operasi untuk Anggun, pihak rumah sakit beralasan usia Anggun belum memungkinkan untuk operasi karena umurnya masih hitungan bulan, sehingga belum layak untuk dilakukan langkah operasi.

Tim dokter menyarankan agar operasi dilakukan pada umur diatas 6 tahun. Artinya, selama 6 tahun lebih ini Anggun mengalami penderitaan yang sangat berat, karena saluran pembuangan atau fungsi anus digantikan melalui jalur kemaluan, dan bisa kita bayangkan dalam kurun waktu yang tidak sebentar ini Anggun mengalami penderitaan.

Orang tua anggun sebenarnya ingin mewujudkan mimpi Anggun untuk bisa memiliki lubang anus dan hidup secara normal. Menurut penuturan orang tua Anggun, biaya operasi untuk membuat lubang anus menelan biaya sebesar Rp90 juta. Hal ini tentu sangat memberatkan kedua orang tua Anggun yang hanya bekerja sebagai sopir antar barang disebuah perusahaan, sedangkan Ibunya hanya seorang ibu rumah tangga biasa.

Sosok Anggun adalah segelintir permasalahan di dunia ini, dan masih banyak lagi anak-anak diluar sana yang kurang beruntung dan perlu uluran tangan dari para dermawan. Sebenarnya, tempat tinggal Anggun tidak jauh dari hiruk pikuk perkotaan, perkantoran, industri company, dan juga dikelilingi perusahaan-perusahaan PMA dan PMDN yang berdekatan dengan Bantaran Tanjung Sari, pintu belakang sebuah kawasan industri Jababeka di daerah Cikarang.

Cinta-cita yang terpendam
Ada semburat rasa takut di wajah Anggun saat tim Rumah Zakat berkunjung ke rumahnya di Kampung Poncol, Desa Tanjung Sari Kec. Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Menurut penuturan orang tuanya, akibat ketidak sempurnaan fisik ini, Anggun menjadi minder untuk bersosialisasi dengan orang dan teman sebayanya.

Tim Rumah Zakat mencoba untuk membuat suasana akrab dengan Anggun, saat suasana sudah cair, kami melontarkan pertanyaan tentang cita-citanya kelak saat dewasa nanti. Dengan sedikit malu-malu Anggun menjawabnya dengan keyakinan,”Saya ingin menjadi guru,” ujarnya singkat.

***

Tidak ada salahnya, jika Rumah Zakat melalui program Senyum Sehat menjadi perpanjangan tangan untuk bisa meraih bantuan yang diberikan oleh para dermawan atau donatur sekalian.

Oleh karena itu, Rumah Zakat membuka pintu untuk menerima donasi para dermawan atau donatur agar bisa meringankan biaya operasi pembuatan lubang anus Anggun. Amanah untuk bantuan Anggun dapat dikirimkan melalui rekening Rumah Zakat di BCA a.n. Yayasan Rumah Zakat Indonesia no.rek. 094.301.6001. KCP Rawa Mangun (beri keterangan: untuk biaya operasi Anggun, Cikarang).

Atau penyaluran bantuan juga bisa dilakukan secara langsung ke Kantor Rumah Zakat Cikarang, Ruko Metro Boulevard, Jl. Niaga Raya Blok A No. 2 Jababeka Cikarang, Telp/ Fax : 021. 89840499, SMS: 0818 0800 1144.


Informasi lebih lanjut hubungi:
Branch Manager Rumah Zakat Cikarang
Wawan Carwan
HP 0818 0800 1144/ 021.91844329
Read more...
Minggu, 11 April 2010
0 komentar
Bul-bul lagi gaya
Read more...

RUMAH ZAKAT DAN TELKOMSEL BANGUN SARANA AIR BERSIH

0 komentar

Jakarta, 10/4 (ANTARA) - Rumah Zakat (RZ) bersama Telkomsel, menyambut
Hari Bumi yang jatuh pada 22 April, akan membangun lima waterwell
(sarana dan prasarana air bersih) di Batam, Bandung, Gresik, Klaten dan
Balikpapan.
Diharapkan kelima waterwell tersebut segera terwujud dalam tiga bulan mendatang, sehingga warga kurang mampu dapat memanfaatkannya, kata CEO RZ, Rachmat Ari Kusumanto di Jakata, Sabtu.
Rachmat Ari menjelaskan, seluruh bangunan sarana air bersih tersebut ditempatkan di lingkungan padat penduduk dan warganya sangat mengharapkan dukungan air bersih. Kendati air tersebut tak dapat langsung dikonsumsi, setidaknya kebutuhan untuk MCK (Mandi, Cuci dan Kakus) bisa digunakan.
"Minimal satu waterwell dapat dimanfaatkan untuk 20 Kepala Keluarga (KK)," kata Rachmat yang didampingi Executive Vice President HR Manajemen Telkomsel, HT Soenarsihanto.
Bagi manajemen Telkomsel, pembangunan waterwell dengan bekerja sama Rumah Zakat dimaksudkan sebagai kepedulian untuk membantu warga kurang mampu di lingkungan padat penduduk. Jika kegiatan ini membuahkan hasil, maka Soenarsihanto berharap kedepan akan ditingkatkan lagi.
"Kami berharap, kegiatan ini membuahkan hasil. Dan masyarakat pun dapat menjaga dan memelihara peralatan tersebut, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung," katanya.
Air bersih, bagi masyarakat di berbagai tempat, masih menjadi persoalan tersendiri. Untuk kebutuhan mencuci, mandi, memasak dan minum, masih dirasakan sebagai barang yang langka. Air merupakan kebutuhan dasar manusia, kata Rachmat Ari.
Karena itu, menurut Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI), Bambang Wisprayono Apt, Ph.D., untuk warga kota besar seperti di Jakarta, untuk mendapatkan air bersih harus mengeluarkan dana cukup besar.
Kehadiran waterwell di daerah terpencil atau daerah yang sulit mengakses air bersih sangat membantu bagi warga setempat, tambah Bambang.
Bagi Rumah Zakat, kehadiran waterwell merupakan bagian dari rangkaian program "senyum mandiri". Ada pun pendekatan yang dilakukan RZ dengan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui "integrated community development" (ICD) atau desa binaan.

E001/B/A011)
Read more...

Entri Populer

 
News & Artikel Abu Hylmi © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here