Minggu, 11 April 2010
RUMAH ZAKAT DAN TELKOMSEL BANGUN SARANA AIR BERSIH
Jakarta, 10/4 (ANTARA) - Rumah Zakat (RZ) bersama Telkomsel, menyambut
Hari Bumi yang jatuh pada 22 April, akan membangun lima waterwell
(sarana dan prasarana air bersih) di Batam, Bandung, Gresik, Klaten dan
Balikpapan.
Diharapkan kelima waterwell tersebut segera terwujud dalam tiga bulan mendatang, sehingga warga kurang mampu dapat memanfaatkannya, kata CEO RZ, Rachmat Ari Kusumanto di Jakata, Sabtu.
Rachmat Ari menjelaskan, seluruh bangunan sarana air bersih tersebut ditempatkan di lingkungan padat penduduk dan warganya sangat mengharapkan dukungan air bersih. Kendati air tersebut tak dapat langsung dikonsumsi, setidaknya kebutuhan untuk MCK (Mandi, Cuci dan Kakus) bisa digunakan.
"Minimal satu waterwell dapat dimanfaatkan untuk 20 Kepala Keluarga (KK)," kata Rachmat yang didampingi Executive Vice President HR Manajemen Telkomsel, HT Soenarsihanto.
Bagi manajemen Telkomsel, pembangunan waterwell dengan bekerja sama Rumah Zakat dimaksudkan sebagai kepedulian untuk membantu warga kurang mampu di lingkungan padat penduduk. Jika kegiatan ini membuahkan hasil, maka Soenarsihanto berharap kedepan akan ditingkatkan lagi.
"Kami berharap, kegiatan ini membuahkan hasil. Dan masyarakat pun dapat menjaga dan memelihara peralatan tersebut, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung," katanya.
Air bersih, bagi masyarakat di berbagai tempat, masih menjadi persoalan tersendiri. Untuk kebutuhan mencuci, mandi, memasak dan minum, masih dirasakan sebagai barang yang langka. Air merupakan kebutuhan dasar manusia, kata Rachmat Ari.
Karena itu, menurut Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI), Bambang Wisprayono Apt, Ph.D., untuk warga kota besar seperti di Jakarta, untuk mendapatkan air bersih harus mengeluarkan dana cukup besar.
Kehadiran waterwell di daerah terpencil atau daerah yang sulit mengakses air bersih sangat membantu bagi warga setempat, tambah Bambang.
Bagi Rumah Zakat, kehadiran waterwell merupakan bagian dari rangkaian program "senyum mandiri". Ada pun pendekatan yang dilakukan RZ dengan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui "integrated community development" (ICD) atau desa binaan.
E001/B/A011)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Entri Populer
-
Saat kumandang azan Dhuhur bergema di langit Parung Bogor, seorang pria paruh baya bergegas meninggalkan perkebunan jambu biji menuju...
-
Sebanyak 11 relawan Rumah Zakat diterjunkan untuk membantu warga sekitar kali Code, tepatnya di Bawah jembatan Kewek kelurahan Tegal Pangg...
-
Wiwin (41) adalah satu dari 200 warga yang mengikuti Program Pemberdayaan Peternak Rumah Zakat di Sentra Pemberdayaan Agro Oray Tapa Mekarma...
-
KOTA TANGSEL – Sebagai jawaban atas dunia pendidikan di negeri kita yang seperti tak henti-henti dirundung duka dan prahara. Quranic ...
-
JAKARTA SELATAN (30/7). Wajah Fadlan, 7, kini terlihat sumringah karena harapan setahun lalu untuk menjadi siswa sekolahan dan merasakan dud...
Posting Komentar