Pages

Rabu, 04 November 2009

Siaga Sehat Bersama Polda Kalbar


PONTIANAK. Masyarakat Pontianak kerap mengidentikan Beting dengan narkoba, kriminal, dan tindak kejahatan lainya. Beting adalah sebuah tempat di tepian Kapuas yang dihuni masyarakat sejak ratusan tahun lalu. Kadiv Bina Mitra Polda Kalbar Kombes Sugeng Heryanto menyebutkan setidaknya tiga dari lima kasus peredaran narkoba menggunakan Beting sebagai tempat transitnya.


Sebenarnya, Beting mempunyai nilai historis dan strategis bagi pengembangan Kota Pontianak. Salah satu kerajaan cikal bakal Pontianak terletak di sana. Sebuah mesjid penuh sejarah dari kerajaan Kadariah pun berdiri tidak jauh dari keraton, di tepian Kapuas.

Selasa (3/11), polisi menggandeng beberapa mitra termasuk Rumah Zakat Indonesia (RZI) datang ke Beting. Bukan untuk merazia tersangka narkoba, tapi dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan, layanan akte serta layanan perpanjangan SIM bagi warga Beting. Mengambil tempat di halaman Keraton Kadariah, tim Bakti Sosial termasuk RZI yang menggunakan kaos seragam I Love You Full Beting sibuk melayani warga.

Acara yang bertepatan dengan penutupan program KB Kes Bayangkara dihadiri Kapolda Kalbar Erwing Tobing, Walikota Pontianak Sutarmidji serta unsur pimpinan lainnya di tingkat kota dan provinsi. “Kita ingin merubah stigma negatif yang melekat dengan Beting melalui pendekatan yang berbeda dengan sebelumnya,” ujar Erwin dalam sambutannya. Semoga Beting kembali menemukan nilai sejarah dan eksotisnya yang terpendam.
Kontributor : Iman Sulaeman, Pontianak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar