Diberdayakan oleh Blogger.
 
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Selasa, 19 Juni 2012

Mari Beristiqamah

0 komentar

 Zaman boleh berganti, waktu boleh berlalu. Tetapi, keimanan harus tetap dalam hati hingga tiba waktunya pulang menghadap Ilahi. Tekanan boleh muncul dari kiri kanan, paksaan boleh datang menantang, tapi keimanan harus tetap dikedepankan.

Iman tidak boleh bengkok, rapuh, apalagi lenyap ditelan zaman. Iman harus tetap kuat, kokoh, dan eksis dalam menghadapi ujian, cobaan, tantangan, bahkan ancaman dan serangan. Dalam Islam, iman adalah perkara asasi. Ia lebih penting dari segala urusan penting manusia. Iman menjadi penentu diterima tidaknya segala kebaikan setiap insan. Tanpa iman segala amal baik tidak bernilai di sisi Allah. Dengan iman, sesederhana apa pun, segala amal baik akan mendapat balasan yang lebih baik (QS [16]: 97).

Dengan demikian tidak ada urusan yang paling mendasar, penting, dan utama bagi setiap Muslim selain menjaga kualitas iman dan senantiasa meningkatkannya.

Dari Abu Amr atau Abu Amrah Sufyan bin Abdullah, ia berkata, “Saya berkata kepada Rasulullah, ‘Wahai Rasulullah, tolong ajari saya suatu ucapan yang mengandung ajaran Islam dan saya tidak perlu lagi bertanya kepada siapa pun selain Anda’.” Rasulullah menjawab, “Katakanlah, aku beriman kepada Allah, kemudian bersikap istiqamah.” (HR Muslim).

Dalam kitab Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi menjabarkan bahwa istiqamah adalah sikap konsisten dalam taat kepada Allah. Allah berfirman, “Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu .…” (QS [11]: 112).

Hal inilah yang mendorong seorang Umar bin Khathab tetap dalam kesederhanaan sekalipun telah mengemban amanah sebagai seorang khalifah. Begitu pula halnya dengan Ali bin Abi Thalib yang tetap bahagia meskipun bekerja sebagai pengangkut air pada seorang majikan yang beragama Yahudi. Termasuk Sayyidah Fathimah, putri kesayangan Rasulullah SAW. Sebagai putri nabi, Fathimah tetap memilih hidup dengan usaha sendiri. Setiap hari Fathimah bekerja menggiling gandum hingga melepuh telapak tangannya.

Demikian pula halnya dengan Ashabul Kahfi, sekelompok pemuda yang teguh memegang iman dalam situasi zaman yang penuh kejahiliyahan. Dalam situasi seperti itu, pemuda Ashabul Kahfi itu memohon keselamatan dan keteguhan iman (QS [18]: 10, 13, 14).

Semua itu dilakukan bukan karena mereka anti dunia, tetapi lebih karena ingin kedekatan hatinya kepada Allah SWT tidak terganggu (istiqamah). Dunia cukuplah bisa menegakkan tulang rusuk guna beribadah kepada-Nya, demikian salah satu  pesan nabi.

Harta, tahta, dan wanita kadang membuat manusia tidak istiqamah dalam iman, seperti Qarun dan Tsa’labah. Demi dunia, keduanya rela melepas imannya. Padahal, balasan bagi Muslim yang istiqamah adalah surga.

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Tuhan kami ialah Allah’, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.” (QS [46]: 13, 14).

Republika.co.id
Read more...
Senin, 23 April 2012

Cara Mudah Jadi Peternak Domba dan Kambing

0 komentar

Walau sudah banyak yang terjun dan merasakan manisnya bisnis peternakan domba-kambing, namun peluang bisnis di dunia peternakan masih terbuka lebar. Tentu jika ingin eksis di dunia bisnis peternakan maka harus memiliki ilmu peternakan dan menguasai ceruk pasar. Sehingga kita akan ikut merasakan betapa manisnya bisnis peternakan domba kambing, semanis dagingnya.

Lalu bagaimana dengan orang yang ingin terjun di bisnis peternakan domba-kambing, namun belum menguasai ilmu peternakan. Berikut adalah beberapa langkah yang harus dilakukan:

Langkah pertama, mampunyai modal yang cukup. Langkah kedua adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang teknis beternak yang baik, hal ini bisa dilakukan dengan membaca buku dan artikel tentang peternakan dan mengikuti pelatihan peternakan.

Dengan membaca buku atau artikel, kita akan memperoleh wawasan yang luas tentang peternakan, apalagi dengan adanya layanan google.com (mesin pencari), kita tinggal menulis keywords tentang peternakan dan google akan mencarikan artikel yang diinginkan. Walau biaya ini cukup murah namun, aktivitas ini hanya bersifat satu arah, kita tidak bisa melakukan diskusi atau mengajukan pertanyaan tentang permasalahan yang dihadapi.

Berbeda dengan mengikuti pelatihan peternakan, dengan mengikuti langkah ini peserta akan mendapat materi teori dan praktek langsung sehingga akan terjalin komunikasi dua arah. Walau harus mengeluarkan investasi yang terkadang tidak sedikit, namun akan berbanding lurus dengan materi yang diterima. 

Seperti yang dilakukan Maulana Yusuf, untuk mendapat ilmu yang cukup tentang teknis beternak Dia mengikuti pelatihan aplikatif usaha ternak domba dan kambing. Pria asal Kreo Tangerang mengaku, motivasi mengikuti pelatihan peternakan domba-kambing adalah ingin belajar mendalam tentang ilmu peternakan. Setelah bekal ilmu yang cukup Dia ingin membuka usaha yang bisa menciptakan lapangan bekerjaan,  “Saya ingin menggeluti dengan profesional dan berkah. Jangan sampai mengawali usaha dengan ilmu dari nol,” ujar Yusuf.

Saat ini, Yusuf bekerja di bagian keuangan pada perusahaan swasta dibidang IT dan Teleco. Setelah mendapat skill tentang mengelola ternak,  Dia mengaku sedang transisi untuk beralih fokus pada usaha ternak kambing perah, karena belum banyak yang menggeluti dan pemasarannya pun terbuka luas. 

Menurutnya, selama pelatihan banyak ilmu baru yang didapat. Harapannya apa yang teknis baik teori dan praktek bisa diterapkan. Karena itu, kira-kira pertengahan tahun depan, Dia memberanikan diri untuk memulai usaha kambing perah. 

Yuyu Rahayu,  Manajer Pengembangan Bisnis Kampoeng Ternak mengatakan,  setiap tiga bulan sekali Kampoeng Ternak mengadakan pelatihan ternak yang ditujukan bagi perorangan, lembaga atau perusahaan yang tertarik memberikan pembekalan usaha ketrampilan kepada karyawannya untuk menghadapi masa pensiun. Untuk memperoleh hasil yang optimal, setiap angkatan hanya dibatasi maksimal 15 peserta. Bila berlebih akan dibuatkan jadwal pelatihan tambahan pada bulan berikutnya.

 “Selain teori, para peserta juga langsung praktek dilakukan di alam terbuka di lokasi peternakan domba kambing,  serta kunjungan ke lokasi peternak sukses,” kata Yuyu. Dia berharap, setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan memiliki kemampuan manajemen dan keterampilan teknis dalam mengelola Peternakan Domba Kambing. 

Selamat mencoba. Wallahu a’lam. [abuhyl]
Read more...

Entri Populer

 
News & Artikel Abu Hylmi © 2011 DheTemplate.com & Main Blogger. Supported by Makeityourring Diamond Engagement Rings

You can add link or short description here